Membaca Lantang pada Microsoft Edge

Peramban modern memiliki salah satu fitur aksesibilitas yang penting, yaitu kemampuan untuk membaca dengan lantang (read aloud) pada konten web yang sedang diakses.

Selama ini, Google Chrome dibekali dengan suara natural yang paling baik menurut saya dalam fungsi ini. Tapi setelah mencoba setelan suara alami (natural voice) pada Microsoft Edge, saya memiliki pendapat yang berbeda.

Microsoft Edge menyediakan fitur membaca natural pada perangkat komputer dan perangkat tablet modern. Saya mencoba menggunakan fitur ini pada edisi ponsel cerdas, namun sepertinya tidak menghasilkan fitur suara yang alami, hanya teks ke suara (text to speech) yang normal.

Mengapa fitur ini penting?

Karena kita mungkin tidak ingin membaca dan menatap layar dalam jangka lama untuk teks yang panjang. Dan halam web yang “dibacakan” bisa jadi solusi agar matan tidak lelah.

Atau, bisa jadi seseorang memiliki keterbatasan dalam membaca secara visual, sehingga mendengar bisa menjadi pilihan mereka.

Saya bisa mengatakan bahwa pengembang Edge telah melakukan sesuatu yang bagus untuk peramban ini. Karena tidak semua peramban modern menyediakan fitur pembaca dengan suara yang alami.

Avast Ultimate Bundle – Sebuah Ulasan

Apakah keamanan dunia digital kita menjadi sesuatu yang layak kita investasikan? Mengapa kita harus peduli pada keamanan komputer dan gawai yang kita gunakan?

Berikut adalah kisah saya dalam memilih sebuah paket keamanan bagi komputer dan gawai, serta apa alternatif lain yang dapat saya rekomendasikan.

Perlu diperhatikan bawah ini bukanlah sebuah advertorial, karena saya tidak menerima bayaran apapun dari pihak-pihak yang akan saya sebutkan dalam tulisan saya ini untuk membuat tulisan ini, walaupun terdapat sejumlah tautan referensi. Ini adalah pengalaman saya dalam mengamankan komputer dan gawai pribadi sejak hampir dua dasawarsa sebagai pengguna akhir. Pengalaman ini mungkin bermanfaat bagi pengguna perangkat komputer dan gawai pribadi, tapi mungkin tidak akan bermanfaat bagi mereka yang ingin melindungi jaringan dan perangkat perkantoran.

Bagi saya, keamanan adalah sebuah keharusan. Saya tidak ingin data saya tiba-tiba hilang begitu saja oleh karena virus komputer, malware, dan penyanderaan data. Saya juga tidak ingin data pribadi saya tercuri, seperti identitas, kontak, serta data perbankan yang bersifat sensitif untuk melakukan transaksi elektronik.

Tidak ada pengamanan yang sempurna, namun saya percaya beberapa usaha bisa dilakukan untuk melakukan upaya pengamanan yang baik.

Ketika saya belum berkeluarga, saya bisa melakukan pengaturan keamanan secara mudah sesuai selera. Tapi ketika berkeluarga, maka ada lebih dari satu komputer dan satu gawai yang harus dilindungi. Oleh karena itu, konfigurasi manual satu per satu pada masing-masing gawai bisa jadi melelahkan, dan penggunaan perangkat lunak keamanan all-in-one menjadi pilihan saya.

Saya memilih Avast Ultimate Bundle, karena terdapat tiga fungsi utama, yaitu keamanan premium, perawatan premium, dan VPN yang disediakan dengan harga hingga IDR 60K per perangkat per tahun. Bahkan hingga saat ini, saya tidak menemukan layanan antivirus dan VPN yang bisa memberikan harga lebih murah dari itu dalam bentuk paket ataupun terpisah. Jika ada, mungkin saya akan memilih layanan tersebut.

Tampilan Statistik Avast Premium Security

Antivirus

Pertama, ketika berbicara tentang keamanan. Produk antivirus adalah bagian yang menonjol di dalamnya. Antivirus atau antimalware merupakan salah satu inti dari sebuah layanan keamanan yang ada sejak dulu kala.

Pada era klasik sekitar dua dasawarsa yang lalu. Virus komputer unik mungkin akan muncul dalam hitungan juta dalam beberapa tahun. Namun pada dasawarsa ini, ratusan ribu sampel virus komputer unik dapat ditemukan setiap harinya.

Bagi saya, antivirus yang masih mengandalkan pembaruan data dasar (database update) berkala tiap hari atau beberapa hari sekali tidak akan bisa memberikan jaminan aman bagi mereka yang aktif bertukar data elektronik.

Ini juga yang menjadi alasan mengapa produk antivirus seperti Smadav menyampaikan pada halaman depan situs mereka, bahwa Smadav adalah produk antivirus lapis kedua, dan antivirus utama tetap diperlukan. Karena Smadav termasuk yang memperbarui basis datanya dalam periode tertentu.

Lalu pertanyaannya, apakah menjalankan antivirus lebih dari satu bermanfaat? Pengalaman saya mengatakan bahwa hal tersebut sia-sia. Pilih-lah satu produk antivirus, dan gunakan itu. Alasan ini juga membuat saya tidak pernah merekomendasikan produk keamanan seperti Smadav. Kecuali jika orang tersebut lebih banyak bekerja luring, dan tidak melakukan transaksi data elektronik dengan jaringan lainnya, antivirus seperti Smadav justru cukup membantu jika dikelola dengan benar. Tapi, apakah ada yang seperti itu?

Fitur pemindaian virus.

Produk antivirus yang baik harus bisa melakukan pemindaian secara otomatis, berkala, terencana, dan terprogram. Tentu saja beberapa orang tidak memerlukan pilihan ini, tapi bagi mereka yang paham fungsinya, maka fitur ini tidak tergantikan.

Banyak antivirus memiliki kemampuan untuk memindai dan menghapus virus sebelum Windows dimulai. Hal ini penting untuk membuat virus yang membandel. Terutama jika produk antivirus dipasang pada komputer yang sudah terinfeksi. Pada komputer baru, fungsi antivirus yang paling baik adalah mencegah infeksi.

Dulu, orang sering harus memformat ulang sistem operasi Windows untuk membersihkan virus. Saya tidak tahu, apakah hal itu masih terjadi sekarang, karena saya tidak pernah mengalaminya lagi dari beberapa tahun belakangan ini.

Perlindungan inti.

Ini dikenal sebagai zero incident days, seberapa lama komputer terbebas dari masalah akibat virus atau malware.

Banyak produk antivirus saat ini sudah memiliki kemampuan penangkalan yang baik, dengan akurasi di atas 95%, baik dari sampel virus unik yang dikenal, maupun dari jejak berkas tereksekusi yang mungkin saja virus. Hal ini berarti jika komputer diserang sepuluh kali oleh virus, maka kemungkinannya sangat besar bahwa komputer tersebut tidak akan mendapatkan masalah berarti.

Dengan catatan, produk antivirus melindungi fungsi inti dari sistem komputer, seperti perlindungan terhadap berkas, aplikasi, transaksi elektronik seperti berselancar di internet dan menerima atau berkirim surat elektronik.

Peti virus

Dengan kemampuan yang sudah baik, apakah antivirus masih bisa keliru? Ya tentu saja. Deteksi positif palsu adalah masalah yang saya rasa sulit hilang dari perang antara sistem keamanan dan malware.

Berkas yang diketahui positif, dalam pengamalaman saya sebaiknya dimasukkan ke dalam “ruang aman tersendiri.” Sehingga berkas tersebut tidak dapat merusak sistem operasi dan berkas lainnya. Dan apabila kemudian deteksi tersebut diuji dan ketahui sebagai positif palsu, maka berkas dapat dipulihkan kembali.

Ada banyak istilah untuk ini, biasanya dikenal dengan istilah “karantina” oleh produk antivirus.

Pemindai jaringan

Saat ini, keamanan sebuah komputer, telepon cerdas dan gawai lainnya tidak serta merta tergantung pada perangkat itu sendiri. Tapi juga pada jaringan di sekitarnya.

Produk keamanan dan antivirus juga bisa dimanfaatkan untuk memindai dan melihat apakah jaringan aman, apakah router aman. Misalnya pada contoh di atas, router yang disediakan pihak Indihome bagi saya ternyata tidak sepenuhnya aman. Dan, produk keamanan biasanya menyediakan solusi yang diperlukan. Tapi saya sendiri lebih suka memanfaatkan VPN untuk mengatasi isu keamanan router.

Perlindungan dari akses jarak jauh

Apabila router bermasalah, kemungkinan komputer kita dapat diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab dari jarak jauh. Oleh karena, perlindungan terhadap akses jarak jauh juga layak dipertimbangkan dimiliki oleh produk keamanan yang kita gunakan.

Hal ini hanya memudahkan pengguna, tentu saja pengguna yang berpengalaman bisa memanfaatkan cara yang berbeda.

Firewall

Salah satu cara yang bisa diambil adalah menggunakan setelan firewall dan membatasi lalu lintas data yang diberikan pada sejumlah aplikasi atau proses yang sedang berjalan.

Setelan firewall sering kali bukan untuk pengguna pemula. Dan kebanyakan pengguna sering kali tidak perlu menyetel firewall mereka. Windows 10 atau produk antivirus yang digunakan sudah melakukan itu dengan sendirinya.

Tentu saja ini jika kita cukup percaya pada semua aplikasi yang kita jalankan, dan berkas yang kita akses.

Sandbox

Bagaimana jika kita ragu aplikasi atau berkas yang kita jalankan/akses tersebut bisa dipercaya atau tidak?

Misalnya saja, kita menerima surat elektronik dari pihak yang tidak dikenal berserta dengan lampirannya. Bagaimana membuka lampiran itu?

Jalankan aplikasi atau buka berkas pada lingkungan terkunci adalah pilihan yang baik, dan ini adalah fungsi sandbox. Windows 10 Pro memiliki fitur sandbox, sayangnya kebanyakan laptop dan komputer yang dijual tidak berlisensi Windows 10 Pro, melainkan Windows 10 Home. Sehingga, fitur sandbox bisa didapatkan dari pihak ketiga, selain pilihan melakukan penggantian lisensi Windows.

Tidak lucu jika komputer tiba-tiba macet ketika mencoba membuka sebuah lampiran surat elektronik.

Situs asli

Ancaman tentu saja tidak hanya datang dari lampiran dalam surat elektronik, namun juga tautan di dalamnya.

Anda pernah menerima SMS yang mengatakan Anda menang hadiah undian dari bank atau toko niaga eletronik tertentu dan meminta Anda memproses pengambilan hadiah dari tautan (link) yang disertakan? Nah ini mirip seperti itu.

Perlindungan inti dan sandbox mungkin bisa melindungi dari lampiran yang berbahaya secara pasif dan aktif. Tapi kadang surat elektronik bisa begitu meyakinkan seperti aslinya, dan mengarahkan pada situs yang bisa membuat kita tanpa sadar “menyerahkan data pribadi” kita pada situs palsu tersebut.

Deteksi mana tautan dan situs yang asli atau palsu menurut saya lebih banyak pada ketelitian pengguna. Tapi jika ada sebuah fitur yang bisa membantu itu, bukankah lebih baik?

Perlindungan Ransomware

Lebih mengerikan lagi jika tautan tersebut mengarah pada peluncuran ransomware yang kemudian bisa menyandera komputer kita. Anda tidak akan punya banyak pilihan jika data dalam komputer tersandera kecuali membayar tebusan untuk membuka enkripsi data yang tersandera.

Tapi kehilangan data bisa dicegah. Dalam melawan malware, langkah pertama adalah pencegahan. Mencegah data disandera, dengan memberikan perlindungan akses terhadap data. Artinya, kecuali aplikasi tepercaya, tidak boleh ada proses lain yang mengubah data tersebut.

Langkah kedua adalah melakukan cadangan data secara berkala. Bisa melalui kandar eksternal, seperti USB Pen Drive / Flash Disk. Atau saran saya melalui layanan pencadangan awan (cloud drive/storage).

Berkas sensitif, sebaiknya dicadangan atau ditempatkan dalam brankas dengan sistem pertahanan berlapis. Misalnya saja berkas pindaian KTP, passpor, rekening koran dan sebagainya.

Avast memberi saya fitur untuk langkah pertama. Sementara untuk langkah kedua, saya menggunakan layanan OneDrive dengan layanan Personal Vault-nya. Jika Anda berminat, dapatkan layanan OneDrive secara gratis di tautan, bit.ly/OneDriveID.

Privasi

VPN

Perlindungan lain yang saat ini diperlukan adalah jaringan privat virtual (VPN).

VPN bukanlah bagian dari antivirus secara umum. Namun lebih pada perlindungan privasi.

Orang lain bisa memotong lalu lintas data Anda ketika sedang tersambung dengan jaringan Internet dan melihat apa yang Anda kerjakan, lakukan dengan akses Internet Anda. Orang lain ini bisa jadi adalah penyedia jasa layanan internet (ISP), lembaga negara (intelijen), hingga peretas komputer.

Dua yang pertama mungkin hanya menyebabkan ketidaknyamanan, namun yang terakhir bisa jadi membahayakan.

Jadi peran utama VPN bukan membuka akses ke situs yang diblok oleh pemerintah kita, namun memberikan perlindungan privasi terhadap aktivitas elektronik kita. Pada akhirnya juga memberikan keamanan terhadap kegiatan kita dalam memanfaatkan Internet.

Ada banyak jasa penyedia VPN. Avast memberikan layanan yang cukup bagus. Tapi jika saya bisa membandingkannya dengan layanan VPN lain seperti Express VPN, Nord VPN, Proton VPN, setidaknya saya menyebutkan yang pernah dan masih saya gunakan; maka Avast SecureLine VPN tidak sememuaskan layanan lainnya. Tapi juga tidak mengecewakan, jadi ya kembali pada pengguna masing-masing.

Perlindungan Data Sensitif

Apa Anda memiliki data sensitif? Slip gaji, bukti transfer rekening koran, salinan nota kesepamahan, atau justru salinan rencana bisnis?

Kita mungkin tidak ingin sembarangan aplikasi mengakses berkas tersebut, dan setiap kali ada upaya akses terhadap berkas tersebut, kita ingin mengetahuinya.

Di sini perlindungan data sensitif menjadi sebuah pertimbangan. Kecuali Anda tidak terlalu peduli dengan data-data tersebut, maka perlindungan ini mungkin tidak Anda perlukan.

Penghancur Data

Anda memiliki “bukti kejahatan” yang tidak ingin diketahui oleh pihak lain, dan Anda ingin menghancurkannya tanpa bisa dipulihkan kembali?

Kebetulan Avast menyediakan fitur ini dengan memilih tiga jenis algoritma penghancuran, antara lain penimpaan acak, algoritma Gutmann, dan yang menjadi primadona adalah algoritma 5250.22-M dengan standar Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Dengan ini, “bukti kriminal” Anda bisa lenyap selamanya tanpa bisa dipulihkan.

Sebenarnya saya sih tidak ingin menggunakan istilah “bukti kejahatan/kriminal”, tapi sepertinya istilah itu lebih memudahkan orang memahami fungsi fitur ini. Tentu saja Anda bisa menghapus hal lainnya, misalnya foto mantan dan kenanangan terindah yang menyesakkan hati.

Perlindungan Sandi

Sandi yang disimpan pada peramban seperti Google Chrome dan Firefox mungkin saja terancam tercuri atau terbobol. Fitur Password Protection pada Avast memberikan perlindungan dari ancaman ini.

Saya sendiri sejak beberapa pekan terakhir sudah beralih memanfaatkan penyimpanan sandi melalui Bitwarden (baca: Serumit apa sandimu?)

Perlindungan Kamera/Webcam

Saat era belajar dan pertemuan daring, webcam merupakan sesuatu yang dekat dengan banyak orang.

Siapa yang menduga webcam bisa jadi digunakan oleh peretas untuk mengintip pengguna laptop. Anda tidak ingin webcam menjadi lubang intip kehidupan pribadi Anda bukan?

Ada dua pendekatan untuk ini, pertama menutup webcam secara harfiah, entah dengan kerta atau lembar lain yang tak tembus cahaya untuk mencegah webcam mengambil gambar lingkungan. Dan beberapa laptop dilengkapi dengan fitur fisik ini. Dan kedua adalah dengan memanfaatkan perangkat lunak yang bisa melindungan webcam.

Avast memiliki fitur ini, begitu juga dengan banyak perangkat lunak keamanan lainnya. Misalnya Kaspersky, karena saya sendiri juga menggunakan pilihan premium produk ini.

Performa

Performa dan keamanan mungkin dua bagian yang saling mendukung. Tapi jujur saja, performa sangat bergantung pada konfigurasi perangkat keras dan kesesuaian pengandar yang digunakan. Istilahnya orang Jawa, “jeroan” serta “ada rupa ada harga“.

Saya sendiri melihat, selama ini, jarang ada laptop yang performanya memuaskan, ketika harganya masih di bawah IDR 10.000K.

Price doesn’t lie.

Tapi tentu saja, ada cara-cara agar performa komputer tetap baik. Walau kadang tidak ada yang bisa melawan usia.

Avast setahu saya telah mengakuisisi Piriform, perusahaan yang melahirkan perangkat lunak CCleaner yang terkenal itu, dan membenamkan teknologi ke dalam Avast Cleanup Premium.

Avast Cleanup Premium

Aplikasi ini sangat sederhana dan mudah digunakan. Dan bisa berjalan secara berkala untuk merawat komputer agar tetap berada dalam kondisi optimal.

Pemindaian beras tak terpakai

Avast Cleanup Premium memiliki fungsi memindai dan membersihkan berkas-berkas yang tidak diinginkan. Misalnya registry yang rusak, tautan yang tidak terpakai, sampah sistem, remahan dan kuki pada peramban, serta lain sebagainya.

Perlu menjadi catatan, bahwa beberapa aplikasi yang “dipaksa” tidur oleh perangkat lunak seperti ini mungkin saja merupakan aplikasi esensial. Misalnya aplikasi pencadangan awan Anda. Pastikan aplikasi tersebut masuk dalam daftar putih, sehingga tidak acuhkan oleh fitur ini.

Statistik pada Avast Cleanup Premium

Selain membersihkan berkas-berkas tak terpakai atau sampah. Performa juga dapat dijaga dengan selalu memastikan bahwa perangkat lunak yang kita gunakan terbarui.

Tentu saja ini tidak selalu bermakna bahwa komputer akan kerjanya menjadi lebih ringan, bisa jadi justru sebaliknya. Namun dengan memperbarui aplikasi, maka celah keamanan dan permasalahan atau galat pada versi sebelumnya bisa teratasi.

Fitur lain yang tidak akan saya bahas di sini adalah penghematan baterai dan moda bebas gangguan. Karena satunya adalah fitur premium yang tidak saya gunakan, dan yang lainnya terlalu remeh untuk dibahas.

Hal lain yang cukup penting adalah komunitas. Jika sebuah perangkat lunak bermasalah, atau pengguna memiliki pertanyaan seputar perangkat lunak, maka komunitas adalah tempat mencari jawaban pertama kali. Siapa tahu sudah ada orang lain yang mengajukan masalah serupa dan sudah ada jawabannya.

Avast memiliki sebuah forum diskusi bagi komunitasnya. Dan sebagian besar masalah esensial terjawab di sana.

Sebagian besar fitur premium dalam Avast Ultimate bisa didapatkan secara gratis melalui pelbagai aplikasi pihak ketiga lainnya. Jika orang memiliki cukup waktu untuk melakukan kurasi terhadap aplikasi pihak ketiga yang sesuai, dia dapat menciptakan strategi sistem keamanannya sendiri yang gratis, seperti yang saya lakukan beberapa tahun lalu.

Hanya saja itu memerlukan investasi mahal yang disebut sebagai “waktu”, dan saya memilih menggunakan produk seperti Avast Ultimate sebagai pengganti waktu tersebut.

Saat ini, Avast Ultimate dijual seharga IDR 600K per tahun untuk sepuluh perangkat pada situs resminya. Saya bahkan menemukan ada yang menjual dengan harga di atas itu untuk satu perangkat pertahunnya di salah satu toko niaga elektronik lokal.

Lisensi ini sangat murah bagi keluarga atau sebuah usaha kecil menengah untuk berinvestasi pada perlindungan teknologi informasi mereka.

Jika Anda tidak memerlukan VPN, produk termurah di pasaran saat ini adalah Kaspersky Internet Security pada toko niaga elektronik lokal. Tapi jika Anda membeli dari situs resmi Kaspersky, justru harganya jauh lebih mahal dibandingkan Avast.

Namun jika sebaliknya, Anda memerlukan perlindungan yang jauh lebih tinggi seperti perlindungan dari pencurian identitas, seperti perlindungan dari pemalsuan identitas, upaya pemulihan identitas (bagi warga AS), pemantauan aktivitas kartu kredit, rekening koran, saham, hingga sertifikat rumah – eh, siapa tahu ada yang melelang sertifikat rumah Anda. Maka, Anda perlu perlindungan yang super ekstra. Perlindungan seperti ini ada pada beberapa produk keamanan dari produk antivirus paling populer sedunia, yaitu Norton. Anda bisa memilih layanan Norton 365 LifeLock dengan layanan Ultimate Plus berbiaya 6,5 kali lipat lebih mahal dibandingkan Bundle Avast Ultime.

Saran saya, pilihlah produk keamanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda untuk keperluan pribadi. Kecuali Anda memilihnya untuk kebutuhan sebuah institusi, kantor, dan sejenis, Anda mungkin ingin produk keamanan yang bisa memenuhi standar yang dituntut pada masa kini.

Jika Anda berminat dengan yang murah seperti avast. Anda mungkin bisa menengoknya melalui bit.ly/AvastID.

Penyunting video Animotica

Nama Animotica mungkin tidak banyak didengar, lebih banyak penyunting video (video editor) yang ternama lebih banyak dikenal. Saya sendiri menggunakan Animotica pada Windows 10 karena penyunting ini ringan dan dapat memenuhi kebutuhan penyuntingan video yang sederhana.

Kegiatan belajar dalam perkuliahan jarak jauh membuat kelas kami beberapa kali mendapatkan tugas membuat video. Sehingga kami berbagi beberapa tugas dengan kelompok. Saya diberi kesempatan untuk melakukan penyuntingan video.

Menyunting video dengan Animotica sangat sederhana, sehingga saya pun yang tidak pernah melakukan penyuntingan video sebelumnya tidak mengalami kendala. Belajar sambil jalan, rasanya cukup menyenangkan dan tanpa kendala yang berarti.

Animotica juga menyediakan format dan efek video sederhana yang bisa digunakan oleh pengguna. Tentu saja tidak selengkap video modern, tapi sekadar membuat video untuk jejaring sosial seperti YouTube, Instagram dan Tik Tok rasanya sudah cukup mumpuni.

Alasan lain kenapa saya memilih Animotica adalah karena harganya cukup murah saat musim diskon kemarin. Animotica bisa dibeli langsung di Microsoft Store dengan pembayaran lisensi sekali beli, dan bisa digunakan seumur hidup, bahkan jika pindah laptop. Tentu saja perangkat lunak ini juga bisa digunakan secara gratis.

Beberapa fiturnya antara lain:

  1. Menggabungkan video & foto
  2. Memangkas (trim), memisah (split), dan memotong (cut) video
  3. Menambah gambar latar
  4. Menambah transisi video
  5. Menambah judul dan petikan/keterangan
  6. Menambah video dan gambar ke suatu berkas video
  7. Menam bah GIF and stiker animasi
  8. Menambah teks animasi
  9. Mengekspor vidoe dalam pelbagai ukuran
  10. Membuat tayangan salinda (slideshow)
  11. Merotasi video
  12. Membisukan (mute) video
  13. Menstabilkan video
  14. Menambah efek
  15. Memperbaiki warna/gradien video
  16. Memangkas (crop) video
  17. Chroma Key / Green Screen
  18. Mempercepat dan memperlambat video
  19. Mengekspor dalam 4K
  20. Mengaburkan (blur) latar video
  21. Mencampur (blending) video
  22. Memudarkan (fade) video ke hitam/putih
  23. Menambahkan logo atau tanda air (watermark)

Saya rasa sejumlah fungsi itu sangat mencukupi bagi keperluan penyuntingan video sederhana.

Beralih ke Kofax Power PDF Standard

Kadang aplikasi PDF tidak sekadar untuk membaca, karena jika hanya untuk membaca, saya masih menyarankan Sumatra PDR Reader. Ada beberapa fungsi PDF yang juga diperlukan, tergantung kebutuhan, misalnya anotasi, segel, pemindaian berkas, penyuntingan dokumen, pembubuhan tanda tangan, pengecilan ukuran berkas dan banyak lainnya.

Sebelumnya saya menggunakan PDFelement dari Wondershare, yang sempat saya coba ganti menggunakan PDF Reader Pro. Saya menyukai PDFelement karena pengembangan perangkat lunak ini mengutamakan unsur kenyamanan dalam bekerja, dan saya akui saya paling nyaman bekerja dengan PDFelement selama ini.

Hanya saja, lisensi PDFelement walau lebih murah dibandingkan dengan Adobe Reader Pro, Foxit Phantom atau Nitro PDF Pro, tetap saja tipe lisensi berlangganan membuat tidak nyaman di pengeluaran.

Tentu saja ada yang suka berlangganan, dan untuk ini yang paling murah adalah Soda PDF Home. Jika mahal, cukup pasang lalu buang (install & uninstall), saat selesai nanti akan ditawarkan diskon yang sangat murah di halaman situs mereka untuk kembali menggunakan produk mereka. Tentu saja ada versi gratis juga. Tapi saya tetap tidak menemukan kenyamanan seperti PDEelement.

PDF Reader Pro, tersedia melalui Microsoft Store, harganya sangat murah bagi penyunting PDF, dan dibekali semua yang diperlukan untuk menyunting PDF secara minimalis. Tampilannya menarik, dan enak dipandang, mudah digunakan. Hanya saja tidak nyaman saat berpindah halaman, saat melakukan pencarian kata kunci, seakan-akan kurang mulus.

Saya mencari beberapa opsi lagi, sampai akhirnya memutuskan memilih Power PDF Standard dari Kofax. Lanjutkan membaca “Beralih ke Kofax Power PDF Standard”

Beralih ke Microsoft Edge

Sekitar setahun yang lalu, saya sempat menulis mengenai kemungkinan beralih ke peramban Microsoft Edge. Dan bagaimana setelah satu tahun berlalu? Bisa dibilang Microsoft Edge mengalami evolusi yang cukup baik.

Microsoft tampaknya bersungguh-sungguh hendak mengambil pangsa pasar peramban dari Google Chrome. Ada beberapa hal yang Chrome masih lebih unggul dibandingkan Edge, demikian juga sebaliknya.

Lanjutkan membaca “Beralih ke Microsoft Edge”

Zotero dan Dua Tips Esensial

Bagi yang sedang kuliah atau mengerjakan karya tulis ilmiah, mereka pasti (atau mungkin pasti) memiliki satu atau dua alat sebagai asisten penelitiannya. Bisa jadi itu Zotero, Mendeley, Qiqqa, EndNote hingga Google Cendekia.

Sejak Mendeley beralih ke aplikasi add-ins di Ms Word, ada banyak keluhan yang muncul. Sebenarnya tidak sulit sih, hanya saja memang memerlukan kesabaran dan jaringan internet yang kuat. Apalagi Mendeley klasik tidak bisa ‘berjabat tangan’ baik-baik dengan EndNote – yang mungkin membuatnya ‘menyingkir’ menjadi add-in.

Zotero menjadi pilihan yang baik sebagai alternatif bagi yang terbiasa dengan Mendeley klasik seperti saya. Hanya saja, bagi yang terbiasa menggunakan Mendeley dan beralih ke Zotero, saya merasakan ada dua kendala/isu yang tidak bisa terpuaskan dalam bawaan asali Zotero.

Pertama, mengetik dan memasukan selingkung (to cite) memerlukan kemudahan. Mendeley menyediakan jalan pintas dengan menekan ALT + M pada papan tik komputer untuk menambahkan selingkung (citation) pada tulisan. Kedua, Mendeley memberikan ‘ketenangan’ lebih banyak pada versi gratis dengan kapasitas sinkronisasi mencapai 2 GB, sementara Zotero hanya memberikan 300 MB, dan untuk mendapatkan 2 GB bisa melalui berlangganan penyimpanan Zotero senilai USD 20/tahun, atau USD 120/tahun untuk ruang yang tak terbatas.

Lanjutkan membaca “Zotero dan Dua Tips Esensial”

Orange Data Mining

Penggalian data atau data mining bukanlah hal yang mudah bagi seorang peneliti pemula. Kadang data yang tidak diolah dengan baik tidak akan memberikan kita gambaran apa pun walau telah dikumpulkan dengan baik, oleh karena itu penggalian data diperlukan.

Saya mencari sejumlah perangkat lunak untuk keperluan ini, misalnya saja ada Nvivo dan MaxQDA yang cukup populer, namun lisensinya sangat mahal. Tentu saja da yang menjual versi bajakan di beberapa toko daring. Bagaimana dengan yang lain, yang lebih hemat?

Memang sulit dicari penggantinya, dan kebanyakan tidak begitu memuaskan. Tapi di antara itu, selalu ada yang menarik.

Salah satu software yang lawas yang saya lihat kembali adalah Orange, sebuah perangkat lunak untuk melakukan penggalian data (data mining software). Lanjutkan membaca “Orange Data Mining”

Beralih ke Universal Windows Platform?

Apa kamu tipe orang yang malas melakukan pembaruan perangkat lunak (software update) di laptop/komputermu? Atau malas mengurus pembaruan hingga peningkatan perangkat lunak pada komputer kantor atau anggota keluarga yang banyak jumlahnya? Tidak mau dibuat pusing dengan update & upgrade? Maka beralih ke UWP (Universal Windows Platform) mungkin adalah jawabannya.

Pembaruan perangkat lunak itu penting, hanya saja tidak banyak dari kita yang peduli atau mau meluangkan waktu untuk itu. Perangkat lunak yang diperbarui pada komputer/laptop memberikan beberapa manfaat, mulai dari menikmati fitur-fitur baru pada aplikasi tersebut, memperbaiki kutu & masalah yang ditemui pada versi sebelumnya, hingga menambal celah keamanan yang bisa membuat komputer kita rentan dari serangan perangkat lunak jahat (malware) atau peretasan (hacking). Lanjutkan membaca “Beralih ke Universal Windows Platform?”

Software yang Membantu Penulisan Novel

Seorang penulis bisa memilih sejumlah perangkat lunak (software) yang tersedia di pasaran untuk membantu mereka menghasilkan novel yang gurih, bahkan bagi penulis pemula sekali pun.

Tentu saja yang perlu diingat bahwa, keterampilan menulis tidak bergantung pada alat semata. Alat hanya sebatas pembantu bagi seseorang yang baru belajar menulis novel, atau memang sudah menjadi novelis ternama.

Alat bisa membantu seorang penulis mengurangi ketergantungan terhadap penyunting (editor), apalagi bagi mereka yang akan memilih menerbitkan sendiri manuskripnya.

Beberapa software dalam menulis novel

Pertama-tama, yang paling sederhana adalah Anda perlu perangkat lunak untuk memproses penulisan Anda, atau lebih dikenal sebagai Word Processor. Di sini penulis bisa mengetik karyanya dengan bebas, beserta ide-idenya.

Ada banyak yang tersedia di pasaran, misalnya Microsoft Word, LibreOffice Writer, Google Documents, dan sebagainya.

Semua ada kelebihan dan kekurangannya. Misalnya saja, Microsoft Word dapat dipersenjatai dengan banyak pengaya dan fitur tambahan dari pihak ketiga; sementara itu LibreOffice Writer memiliki keterbukaan, di mana Anda tidak perlu membayar biaya lisensi; sedangkan Google Documents diketahui sebagai yang paling murah dan mumpuni dalam melakukan penulisan kolaboratif.

Kedua, Anda memerlukan perangkat lunak untuk melakukan pemeriksaan ejaan (spell checker hingga proofreader).

Penulis novel dalam bahasa Indonesia jarang memusingkan hal ini, karena novel bahasa Indonesia memiliki kekayaan sastra dan bahasa yang beragam. Tapi kadang, salah ketik bisa jadi terjadi.

Mereka yang menulis dalam bahasa Inggris, bisa memanfaatkan banyak sekali perangkat lunak di luar sana. Saya misalnya memanfaatkan ProWrittingAid, sementara itu ada juga yang memanfaatkan Grammarly atau Microsoft Editor (terikat pada Microsoft 365).

Perangkat lunak ini dapat membantu penulis dalam mendeteksi kesalahaan ejaan, kata-kata klise, kata-kata yang terlalu rumit, ketidakcocokan ejaan, paragraf yang terlalu panjang, penggunaan alternatif thesaurus, dan lain sebagainya.

Ketiga, adalah perangkat lunak untuk menganalisis konten novel Anda. Sayangnya, perangkat lunak ini hanya tersedia bagi novel-novel dalam bahasa asing, terutama dalam bahasa Inggris. Tentu saja beberapa bisa dikondisikan untuk novel berbahasa Indonesia.

Misalnya saja ada tiga yang cukup populer, yaitu Scrivener (proprietary dan berbayar), Manuskript (open source dan gratis), serta bibisco (proprietary dan tersedia lisensi gratis bagi komunitas).

Dengan software tersebut, penulis bisa melakukan analisis terhadap perkembangan alur cerita, pelibatan tokoh, konflik, latar belakang, alur waktu, target penyelesaian sebuah bab, dan sebagainya.

Terakhir, penulis juga mungkin memerlukan tempat kecil untuk sekadar corat-coret keperluan lainnya. OneNote, Evernote, dan sebagainya merupakan aplikasi yang cukup banyak dipilih.

Apakah Anda akan mulai menjadi penulis, maka ketersediaan perangkat lunak yang mumpuni bisa menjadi tangan kanan yang tak tergantikan bersama dengan kreativitas Anda.

Mendeley atau EndNote?

Sebelum saya mengulas lebih jauh, ulasan di sini adalah untuk Mendeley dan EndNote X9 yang keduanya adalah layanan premium (Mendeley masih dapat dikatakan semi-premium). Jika Anda sedang mencari layanan yang gratis, Zotero masih dapat dipertimbangkan selain Mendeley, dan mungkin Citavi dan rekan-rekannya.

Mendeley bersifat langganan bulanan untuk mendapatkan kapasitas sinkronisasi koleksi artikel ilmiah yang lebih banyak. Sementara itu, EndNote tidak memiliki fungsi ini, database-nya berada pada komputer lokal (yang tentu saja dapat disimpan dalam layanan awan, seperti Dropbox); sedemikian hingga biaya EndNote adalah lisensi perpetual, yang sekali bayar untuk versi tersebut.

Lisensi Mendeley premium untuk pelajar sedikit di bawah IDR 850K per tahun dengan kapasitas penyimpanan 5 GB, sedangkan untuk profesional dengan penyimpanan 10 GB dihargai dua kali lipatnya, dan untuk kapasitas tidak terbatas dihargai tiga kali lipatnya pertahun.

Lisensi EndNote X9 (versi saat ini) berkisar pada harga sekitar IDR 4.300K untuk lisensi penuh, dan sekitar IDR 2.000K untuk lisensi pelajar (yang mana edisi ini tidak tersedia bagi pelajar di Indonesia melalui toko daringnya). Mereka yang hendak melakukan peningkatan dari versi sebelumnya, EndNote X7 atau EndNote X8 dikenakan biaya lisensi tambahan sekitar IDR 1.700K. Lanjutkan membaca “Mendeley atau EndNote?”