Tak Terjawab

Selain melalui media elektronik tulisan, spam saat ini bisa berdatangan dari media komunikasi lisan – telepon merupakan salah satunya. Penawaran yang paling sering adalah asuransi dan kartu kredit. Walau tidak sering, namun penawaran ini datang berkala, dan pada waktu-waktu yang ‘mengganggu’.

Belakangan tidak lagi datang dengan menggunakan nomor resmi kantor, namun juga dengan nomor ponsel pribadi. Lama-lama saya berpikir, ajian ‘promo’ macam ini semakin menggila. Sedemikian hingga, saya tidak lagi menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal.

Embed from Getty Images Continue reading →

Iklan

Teknologi Antispam noCaptcha reCaptcha

Sebagai penulis blog, spam atau pesan sampah tentu menjengkal, namun mencegah spam dengan teknologi captcha malah bisa membuat jengkel pembaca blog yang ingin meninggalkan komentar. Sebelum diambil alih Google, reCaptcha adalah teknologi captcha yang paling saya gemari, namun setelah menggunakan Disqus, saya sudah lama sekali tidak melirik reCaptcha. Continue reading →

Bersih-Bersih Google Plus

Google+ adalah salah satu jejaring sosial yang (bisa dibilang) populer, dan memiliki cita rasa yang berbeda dengan Facebook. Karena Facebook belakangan ini banyak yang asal jualan iklan, bahkan via metode clickjacking, saya merasa kurang nyaman menggunakannya. Di sisi lain, Google+ masih termasuk sepi, bahkan terlalu sepi mungkin, atau karena lingkaran saya tidak banyak? Jadi lebih memiliki privasi dibandingkan jejaring sosial lainnya, meskipun cuma perasaan semu. Continue reading →

Bukan Spam – Namun Tetap Tidak Diloloskan

Jika sebuah komentar tidak diloloskan atau tidak ditampilkan, pertama-tama salahkanlah mesin antispamnya – merekalah yang bertanggung jawab dalam baris terdepan menyambut setiap tanggapan pada sebuah blog. Saya menggunakan Akismet dan Antispam Bee yang menghasilkan “zero spam penetration“, yang bermakna saya tidak perlu lagi mengkhawatirkan spam. Meskipun pada sisi lainnya banyak tanggapan yang bukan spam juga “dibunuh” tanpa bertanya lebih dulu. Karena menurut Google, spam merupakan:

Abusing comment fields of innocent sites is a bad and risky way of getting links to your site. If you choose to do so, you are tarnishing other people’s hard work and lowering the quality of the web, transforming a potentially good resource of additional information into a list of nonsense keywords.

Namun bukan berarti semuanya berjalan lancar, ada beberapa tanggapan/komentar yang baru pertama kali masuk dan harus dipilah terlebih dahulu – karena berada pada jalur moderasi. Biasanya tanggapan ini bukan merupakan spam, karena mungkin hanya 1 dari 10.000 spam yang bisa lolos dari kombinasi dua mesin antispam tersebut. Continue reading →

Penyalahgunaan ReTweet

Sebagai salah satu jejaring sosial sederhana untuk sekadar “berceloteh”, Twitter memiliki banyak pengguna di seluruh dunia, termasuk di nusantara. Namun belakangan ini (sudah cukup lama juga) bermunculan salah satu penyalahgunaan fitur Twitter yang disebut ReTweet (RT) yang berfungsi seperti email forwarder.

Penyalahgunaan ini disebut sebagai ReTweet Abuser, apalagi jika kini beberapa mengarah pada spam komersial. Biasanya pemilik usaha daring yang mencoba menjaring konsumen atau pelanggan melalui Twitter dan jejaring sosial lainnya. Meski bukan gangguan serius, namun tetap saja saya rasa hal ini bukanlah sesuatu yang patut dilakukan.

Continue reading →

Dagelan Indosat M2 (bag. 4)

Anda masih ingat dengan kisah saya tentang “Dagelan Indosat M2 (bag. 3)” di mana pihak Indosat M2 mengirimkan iklan via jendela munculan (pop up) pada peramban pelanggannya? Nah, kini upaya tersebut tidak berhenti di sana, beberapa hari ini IM2 justru mengirimkan saya surat elektronik yang berisi iklan. Aneh sekali mereka rajin mengirim iklan dan promosi pihak ketiga, tapi kok tagihan elektronik yang seharusnya saya terima tidak pernah sekali pun terkirim ke kotak surat saya ya? Sehingga saya malah menghabiskan lumayan banyak lebar pita (bandwidth) Internet untuk mengakses situs mereka yang berat, hanya untuk melihat tagihan saya yang mesti dibayarkan, meski walau untuk pasca bayar saya selalu bayar di muka (debit).

Continue reading →