Orange Data Mining

Penggalian data atau data mining bukanlah hal yang mudah bagi seorang peneliti pemula. Kadang data yang tidak diolah dengan baik tidak akan memberikan kita gambaran apa pun walau telah dikumpulkan dengan baik, oleh karena itu penggalian data diperlukan.

Saya mencari sejumlah perangkat lunak untuk keperluan ini, misalnya saja ada Nvivo dan MaxQDA yang cukup populer, namun lisensinya sangat mahal. Tentu saja da yang menjual versi bajakan di beberapa toko daring. Bagaimana dengan yang lain, yang lebih hemat?

Memang sulit dicari penggantinya, dan kebanyakan tidak begitu memuaskan. Tapi di antara itu, selalu ada yang menarik.

Salah satu software yang lawas yang saya lihat kembali adalah Orange, sebuah perangkat lunak untuk melakukan penggalian data (data mining software). Lanjutkan membaca “Orange Data Mining”

Peluncuran JASP 0.12

Saya sampai lupa menulis ini, hingga muncul rilis 0.12.1 beberapa hari yang lalu. Bagi yang suka bermain-main dengan statistik, JASP 0.12 membawa beberapa modul baru, termasuk Meta-analisis Bayesian dan Penemuan Distribusi. Jangan lupa, tema gelap juga ditawarkan pada rilis ini.

Welcome the dark-side of statistics. 😈 Lanjutkan membaca “Peluncuran JASP 0.12”

Aplikasi Statistik JASP

Setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama biaya lisensi untuk melakukan analisis statistik, serta prinsip yang katanya mengusung semangat open source. Dulu saya hendak mencoba R, Namun sayangnya, kemalasan saya selalu menang untuk menemukan alasan untuk tidak belajar lebih jauh dengan R. Sampai akhirnya saya menemukan JASP – yang juga berbasis R.

JASP atau Jeffreys’s Amazing Statistics Program, yang diambil sebagai penghargaan terhadap Sir Harold Jeffreys sebagai pioner Bayesian, merupakan aplikasi dengan antarmuka yang ramah bagi pengguna. Lanjutkan membaca “Aplikasi Statistik JASP”

Aplikasi Statistik – PSPP pada openSUSE 42.1 Leap

Saya memang tidak sering menggunakan aplikasi statistik, bahkan bisa dibilang kompetensi di bidang statistik sangat memprihatinkan. Namun sebagai lulusan sarjana, tentunya buta statistik juga akan sangat memalukan. Meski pun tidak pandai menghitung secara manual dengan rumusan yang bermacam-macam, setidaknya masih mampu menggunakan aplikasi statistik sederhana.

Walau dulu ketika kuliah saya belajar menggunakan SPSS, karena sudah dilisensikan ke kampus. Tapi sebagai pribadi saya tentu saja harganya tidak bisa saya jangkau, harga lisensi SPSS dari IBM saat ini untuk edisi dasar mencapai $ 1.200, untuk yang edisi standar berkisar pada harga di atas $ 2.600, dan bagi profesional perlu merogoh kocek lebih dari $ 5.000 hingga golongan premium di atas $ 7.000 – dan ini hitungannya per tahun. Jika saya hidup dari pengelolaan data statistik dengan margin keuntungan ratusan hingga jutaan dollar amerika per tahun, saya rasa wajar saya akan membeli lisensi itu dan memperpanjangnya ketika dibutuhkan. Sayangnya tentu saja kali ini tidak demikian.

Saya memilih memanfaatkan aplikasi open source yang gratis seperti GNU PSPP yang disediakan secara luas. Pada distribusi Linux openSUSE yang saya gunakan, edisi PSPP bisa diunduh dengan menambahkan reposiroti pendidikan (education repo) terlebih dahulu, walau sayangnya tidak dinyatakan sebagai versi stabil. Paket PSPP untuk openSUSE disediakan secara gratis dan bisa dipasang dengan mekanisme 1-click-install seperti biasa.

Lanjutkan membaca “Aplikasi Statistik – PSPP pada openSUSE 42.1 Leap”

Alternatif Untuk SPSS

Dengan menggunakan openSUSE Linux, saya sering berpikir untuk menemukan sebuah alternatif bagi sebuah peranti lunak statistika bernama SPSS yang kini berada di tangan IBM. Saat ini, SPSS digunakan sebagian besar kelompok terutama civitas academica untuk melakukan kalkulasi statistika dengan cepat dan akurat, namun tidak semua lembaga pendidikan menyediakan peranti lunak ini secara mencukupi, sehingga sering kali kelompok peneliti berakhir dengan menggunakan versi bajakan dari peranti lunak ini.

Apalagi bagi pengguna Linux seperti saya, beberapa tahun lalu saat melakukan sejumlah penelitian, nyaris tidak bisa menemukan peranti lunak statistika alternatif untuk SPSS. Namun perkembangan teknologi sepertinya saat ini berkata lain, dan mungkin kita dapat menemukan beberapa alternatif tentunya. Lanjutkan membaca “Alternatif Untuk SPSS”

Memikirkan Kembali Si Pengguna Ponsel

Disqus memberikan saya cukup banyak waktu untuk membuat kepala saya berasap. Tapi itu toh tidak perlu dikhawatirkan. Saya kali ini ingin melihat sebenarnya bagaimana pola pengaksesan blog ini menggunakan ponsel, seberapa banyak ponsel yang bisa mengakses dengan baik, dan seberapa banyak yang tidak.

Saya pun memutuskan menggunakan layanan analisis trafik kunjungan oleh pengguna mobile phone termutakhir saat ini (yang gratis tentunya) yaitu Percent Mobile. Karena jika hanya mengandalkan Google Analytics bisa-bisa saya malah berurusan dengan statistik yang tidak jelas.

Saya juga memutuskan membuang pengaya WordPress Mobile Edition yang lawas, dan menggantikannya dengan WordPress Mobile Pack yang lebih teratur perawatan dan pembaharuannya oleh pihak pengembang.

Saya bisa melihat bahwa sekitar 19% sampai 20% pengunjung blog ini menggunakan ponsel mereka. Dan dari gambaran berikut:

Tampilan statistik kunjungan via ponsel (klik untuk memperbesar)

Saya bisa tahu bahwa, ada beberapa jenis perangkat ponsel yang cukup sering digunakan. Sekitar 41 % adalah pengguna BlackBerry dari pelbagai tipe, sisanya rata-rata dalam jumlah yang tidak begitu jauh menggunakan Nokia, Generic, Apple, dan Sony Ericson. Dan dari data itu sejumlah besar semuanya adalah ponsel-ponsel dengan kemampuan pengenal bahasa Java yang cukup baik, sehingga seharusnya tidak ada masalah dengan markah Java pada blog ini.

Dalam hati saya, ternyata para pengguna ponsel yang kesasar ke blog ini kebanyakan lebih canggih dari ponsel lawas saya (yang notebene tidak menemukan masalah dengan blog ini). Jadi menurut suara mayoritas, blog ini rasanya tidak mengalami masalah diakses via ponsel.

Jika pengguna Apple iPhone atau BlackBerry protes dengan ekstensi bahasa Java pada blog ini, apa mungkin mereka sendiri tidak secerdas ponsel mereka? He he, no offense. Bahkan jika pun borang komentar tidak dapat diakses, silakan menghubungi admin via surel, toh meninggalkan komentar tidak wajib.