Do you love your job, Doc?

In Indonesia, I believe there will be no such question as, “Do you love your job, Doc?” Since we have a culture view, almost like the past view from the Western Countries, that those who practice and work in medical fields would be blessed with great fulfillment. They are hailed as the savior of humanity in a particular context. There is no poor doctor, isn’t there? So every doctor must love their job, aren’t they?

The short answer if you don’t wish to read till the end of this nonsense post is a “Yes,” when they work their duty as a doctor. At least it is what I see in Indonesia.

Continue reading →

Iklan

Alunan Piano Menenangkan 24 Jam Sehari

Suara ketenangan ada di mana-mana, kadang kita hanya perlu untuk membuka telinga dan mendengarkan dendang semesta.

Jika itu sulit, banyak hal yang bisa dilakukan di saat penat, banyak pikiran, atau pun stres berat. Saya dulu memutar radio siaran piano yang tersedia di BlackBerry, tapi tentu saja ada alternatif lain, misalnya melalui YouTube.

Setiap orang memiliki preferensinya masing-masing. Apa yang Anda suka?

Demensia

Surat kabar Internasional daring belakangan ini membuka hasil otopsi terhadap almarhum aktor ternama Robin Williams menunjukkan bahwa ditemukannya badan Lewy yang menandakan sang aktor kemungkinan menderita demensia (dementia) selama masa hidupnya, dan bisa jadi sebagai salah faktor pemicu kasus yang diduga bunuh diri tersebut. Continue reading →

Stres Bisa Membunuh?

Orang-orang biasanya menghindari stres, tapi beberapa mungkin tidak akan bisa menghindarinya dan memilih menghadapi serta beradaptasi dengannya. Banyak penyakit datang dari stres, orang mungkin sering mendengarnya, tapi kadang terlalu meremehkannya.

Dalam situasi klini, saya sering kali menemukan pasien-pasien yang menyadari bahwa diri mereka sedang stres. Kesadaran ini sebenarnya baik, akan tetapi kemudian banyak yang melihat bahwa diri mereka tidak bisa lari dari stres tersebut. Tentu saja, saya setidaknya bisa sedikit banyak paham situasi mereka, karena meskipun oleh pencetus yang berbeda, saya tetaplah manusia yang selalu mendapatkan tantangan dan tekanan. Kalau dikembalikan, mungkin itulah kehidupan.

Continue reading →

Dokter dan Stres

Terutama di rumah sakit, tingkat stres dokter relatif tinggi. Anda mungkin tidak merasakannya kecuali menjadi dokter itu sendiri. Dan seperti profesi lainnya yang memiliki beban mental yang tinggi, maka profesi kalangan medis memiliki beban psikologis yang juga tinggi. Saking tingginya, tidak jarang menimbulkan kasus bunuh diri. Saya tidak tahu data pastinya di Indonesia, tapi di Amerika sendiri setiap tahun sekitar 400 dokter bunuh diri – setara seluruh mahasiswa kedokteran yang diterima dalam setahun oleh sebuah fakultas kedokteran yang cukup besar. Jika dalam angkatan saya hanya ada 150-200 orang mahasiswa baru, maka perlu dua tahun untuk mencentak jumlah dokter yang bunuh diri dalam setahun di kasus tersebut.

Bulan ini ada perbincangan di forum antara para dokter di Internet menyoroti kesejahteraan para dokter. Perkiraan bahwa sekitar 70% dokter di nusantara masih hidup di bawah garis kesejahteraan (bukan garis kemiskinan tentunya), bukan dilihat dari mereka yang bekerja di kota-kota sehingga berkesempatan meningkatkan taraf hidupnya, namun juga yang tersebar di pelbagai plosok negeri ini. Continue reading →

Apa Stres Menyebabkan Uban Tumbuh

Saya sering mendengar bahwa stres bisa memicu munculnya uban rambut putih) lebih awal, ya, semacam uban yang prematur mungkin. Namun apakah itu benar? Saya sendiri tidak begitu jelas, dermatologi di sisi ini bukanlah keahlian saya – namun tentu pertanyaan seperti ini akan tetap menggelitik rasa ingin tahu saya.

Sebagaimana yang sudah diketahui umum, warna rambut dihasilkan dari adanya melanin, lebih spesifiknya ada eumelanin dan feomelanin. Anda bisa menemukan informasi tentang melanin dari ensiklopedia. Intinya jika jumlah melanin berkurang atau justru tidak ada melanin, pigmen warna rambut akan berkurang bahkan bisa dikatakan hilang. Continue reading →

Gejala Fisik Depresi

Depresi memang dikatakan sebagai tekanan/gangguan mental, dan bisa jadi cukup serius. Depresi bukan hanya tentang perasaan “merasa tak berdaya/terbuang” atau “merasa mengambang tidak jelas” selama beberapa hari saja, namun menetap dan sulit untuk pergi, sehingga benar-benar mengganggu kehidupan penderitanya.

Dan selain mempengaruhi kondisi batin seseorang, depresi juga menimbulkan gejala-gejala yang tampak pada kehidupan fisiknya. Berikut adalah sedikit dari sejumlah gejala depresi yang dapat kita temukan dalam keseharian.

Continue reading →