Berdirilah Seperti Gunung

Dalam setiap langkah kehidupan, manusia bisa menjadi bimbang, dan kebimbangan adalah bayangan yang selalu menghantui bagaimana seseorang berdiri menghadapi kehidupan. Berdirilah seperti gunung, dingin yang menghembus kencang diterima dengan terbuka, demikian juga hangat yang sekejap berubah menjadi panas. Tetap bergeming ketika musim-musim berubah, manusia yang memiliki pendirian mungkin tidak akan ditatap oleh dunia, namun manusia …

Lanjutkan membaca Berdirilah Seperti Gunung

Iklan

Sorry, But I Quit

Bekerja di sisi kemanusiaan itu selalu ada tantangannya; ada saja saat-saat di mana tawaran akan datang yang berasal dari tarikan ke sisi yang berseberangan. Atau kadang dorongan yang berasal dari pihak-pihak yang semestinya paham di sisi mana profesi ini selayaknya berada. Secara materiil mungkin kerugian yang datang akan cukup besar, namun ada masa saya berkata …

Lanjutkan membaca Sorry, But I Quit

Seberapa Mahal Harga Kebahagiaan?

Saya bertanya-tanya, sebagaimana banyak orang di muka bumi ini. Apa kebahagiaan begitu mahal harganya? Sehingga tak cukup manusia berlomba, atau bahkan saling senggol untuk memungut seklumit kepuasan. Ataukah kepuasan dan kebahagian itu setali tiga uang? Apa yang bisa memuaskan diri kita? Apa yang bisa membahagiakan diri kita? Sayangnya pertanyaan ini akan selalu berputar-putar, karena saya …

Lanjutkan membaca Seberapa Mahal Harga Kebahagiaan?

Harmoni dan Ketiadaan

Ketika pertanyaan tersebut menghampiri saya, apakah yang membuat hidup ini penuh dengan harmoni, dan apa juga yang menyebabkannya tiada. Pada akhirnya, antara keselarasan dan ketiadaan bukanlah dua hal yang berbeda. Yang satu hanyalah sebutan lain untuk wujud yang sama, selayaknya kehidupan dan kematian ini. Dalam perjalanan hidup ini, ketika musim kering tiba, daun-daun yang telah …

Lanjutkan membaca Harmoni dan Ketiadaan

Tersandar di Sisi Keheningan

Ketika napas melangkah masuk ke dalam kehidupan, seutas lembayung tengah asyik memoleskan hembusan nirupa yang menjadikannya tidak hanya sebuah jantung yang berdegup. Ia seperti setetes sabda di antara kehampaan yang tak memiliki langit sebagai naungan. Ia membuka mata dalam gulita, setetes sabda tepercik menjadi cahaya. Di sana keheningan berhenti dan menanggalkan kala dalam buaian nirdaya. …

Lanjutkan membaca Tersandar di Sisi Keheningan