Candle Light Bath

Jika orang-orang berkata bahwa makan malam romantis itu bisa bernuansa “candle light”, maka apa iya jika membawa lilin ke kamar mandi pada tengah malam juga bisa disebut romantis? Ah, tentu saja mengingat sumur tua di sebelahnya, hal yang romantis akan jauh-jauh dari bayangan.

Lanjutkan membaca “Candle Light Bath”

Langit tak teterka

Entah ini musim apa, tapi langit selalu saja demikian. Sebenarnya hari ini saya ingin menjemur kasur, kelihatannya sih terik, tapi kok ada suara gemuruh seperti itu ya…

Karena biasanya hujan bisa turun tanpa peringatan terlebih dahulu, dan itulah yang membuat pertimbangan serba susah bagi orang yang tidak peka seperti saya ini.

Digg This

Mencari Suasana Nyaman Untuk Menulis?

Pertanyaan bagaimana mencari suasana yang nyaman, enak, atau tenang untuk menulis kadang sering terlontarkan – mungkin oleh pikiran kita sendiri – pada diri kita. Jika saya bertanya bagaimana pada diri saya, maka mungkin saya sendiri tidak bisa memberikan jawabannya.

Saya mungkin balik bertanya pada diri saya, sebenarnya suasana yang nyaman itu seperti apa? Karena beberapa orang mungkin akan menghilangkan niatnya guna mulai menulis jika tidak menemukan suasana yang nyaman. Saya rasa jika seseorang mencari suasana yang nyaman, itu mungkin karena saat ini ia merasa tidak cukup nyaman untuk menulis.

Saya tidak tahu pastinya, namun saya rasa tidak dengan menghindari suasana yang sekarang ada kita dapat menulis dengan baik, kecuali suasana itu sangat mengganggu, semisal ada live band di dekat Anda berada. Mungkin itu juga bukan suasana yang nyaman, namun suasana yang tenang.

Jika ketenangan bisa membantu Anda mulai menulis, maka temukanlah tempat yang cukup tenang. Tapi belum tentu juga tempat itu membuat anda merasa nyaman. Kadang ingat beberapa hal yang mengganjal, sehingga tidak bisa menulis dengan baik. Maka selesaikan dulu hal-hal yang mengganjal, karena itu tidak bisa terselesaikan dengan sendirinya bukan?

Beberapa orang nyaman menulis di sofa empuk, dengan meja bergaya gothic, di ruangan yang agak luas dengan berbagai tanaman hias menghijau, suhu udara diatur baik dengan AC, dan segelas kopi hangat sebagai pemicu otak. Yang lain mungkin cukup dengan duduk di gubuk kecil, beralaskan tikar, dan udara persawahan yang kental, serta jajanan pedesaan yang khas sebagai pendamping.

Anda mungkin memiliki kebiasaan yang berbeda. Namun semuanya tetap satu hal, di sana tidak ada gangguan. Jadi intinya adalah, singkirkan semua hal yang bisa mengganggu secara lege artis ketika Anda berencana untuk mulai menulis. Dan sisanya akan kembali pada diri anda sendiri.

Ambil napas panjang, hembuskan perlahan dan penuh, lalu biarkan semua mengalir dalam tulisan.

Menulis dan Suasana

Sedikit alunan musik yang sesuai dengan kepribadian anda mungkin akan sangat membantu 🙂

Petang dan Rembulan

Aku ada dalam sebuah suasana yang tak terkata, menawan hati dalam temaram membuai hingga ke dalam sanubari. Petang ini menampakkan langit nan galang dan gulungan awan yang seputih siannya walau berbalut dalam kelam yang malu-malu.

Pucuk dan batang pepohonan telah menggelap, namun entah mengapa deru ringan bersayupan di dalam hatiku seakan memanggil kembali apa yang ditinggalkan pagi di saat itu. Langit yang kelabu tak hendak berucap, namun kurasa dalam sinar sang separuh bulan ia telah mendendangkan lagu yang serupa dari masa ke masa…, ditemani krik krik jangkrik dan ck ck si cicak, semua kembali dalam naung sang hening.

Aku tersenyum pada gumpalan yang silih berganti berlalu dalam kemanjaan petang, dan kusuarakan apa yang rembulan berikan pada bumi dalam cahaya yang redup namun begitu juga terang malam ini.