Mengapa iPad Mini 5?

Kisahnya cukup panjang jika harus diruntun ke belakang. Saya tidak memiliki banyak riwayat dalam menggunakan gawai tablet. Setidaknya saya pernah menulis yang pernah saya miliki, misalnya HP Stream 8 yang menggunakan Windows 8, lalu kemudian saya juga menggunakan Huawei MediaPad X1 yang lawas berbasis Android 4 Jelly Bean. Yang terbaik yang saya rasakan adalah MediaPad X1, karena pilihan itu saya buat mengingat memang kemampuan Huawei dalam menghasilkan produk-produknya.

Semuanya berjalan dengan baik, hingga tiba-tiba Microsoft berkata bahwa versi Office baru tidak lagi didukung pada Windows 8. Bak jatuh lalu tertimpa tangga, Google dan banyak perusahaan Amerika melakukan larangan pada Huawei. Saya hanya bisa melongo sebagai konsumen. Continue reading →

Iklan

MediaPad X1 Sebagai Alternatif Kindle

Dulu saya menggunakan tablet HP Stream 8 untuk melakukan aktivitas membaca dan menulis. Walau pun hanya dengan 1 GB RAM, tablet berbasis Windows 8 tersebut dapat memenuhi kebutuhan keduanya dengan baik. Tapi sejak saya memiliki Dell Inspiron, saya lebih banyak menulis di notebook. Lalu, dukungan terhadap Windows 8 juga sudah berakhir, dan sejumlah masalah teknis yang mulai bermunculan pada HP Stream 8. Saya memutuskan untuk mencari media pembaca yang anyar dan terjangkau.

Pada awalnya, karena saya memiliki akun Amazon dan memiliki sejumlah koleksi buku di Kindle, saya mencoba untuk mempertimbangkan mendapatkan Kindle atau Kindle Paperwhite yang cukup dinikmati dengan harga terjangkau. Namun kembali, anggaran untuk mendapatkan Kindle Paperwhite masih cukup tinggi menurut saya, dan saya perlu alternatif lainnya.

Sehingga pilihan itu kemudian jatuh pada Huawei MediaPad X1.

IMG_20180211_095231 Continue reading →

Kindle dan Buku-Buku

Dua atau tiga hari ini, saya memasang I’s Kindle pada HP Stream 8 untuk mendapatkan sejumlah buku digital yang disediakan toko daring Amazons. Sejumlah buku ini langka dan tua, dan tidak menarik dijual di Indonesia. Tapi di Amazon justru disediakan dengan harga murah, dan sebagian besar malah gratis.

kindle Continue reading →

Kesan Awal dengan HP Stream 8

Hewlett Packard merupakan salah satu produsen komputer dan gawai yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Kebetulan mereka juga partner resmi Microsoft, sebagaimana juga dengan IMB/Lenovo. Sehingga ketika saya memutuskan mencari sebuah tablet kecil berbasis Windows, saya memutuskan melirik produk antara HP atau Lenovo. Pilihan saya kemudian jatuh pada HP Strem 8 yang berbasis Intel Atom dengan layar sentuh 8″ dan dioperasikan dalam Windows 8.1.

Continue reading →

Android 4.4 KitKat untuk Komputer

Ingin mendapatkan sistem Android KitKat pada komputer desktop atau laptop? Maka rilis baru sistem operasi Android untuk perangkat keras berbasis Intel dan AMD bisa jadi tepat bagi Anda. Android-x86 mengumumkan rilis versi baru Android-x86 4.4 (kitkat-x86). Versi ini bisa berjalan di komputer Anda ataupun di mesin virtual. Continue reading →

Melirik Samsung GALAXY Note 10.1 Edisi 2014

Saya tidak tahu mengapa tulisan GALAXY pada GALAXY Note harus selalu menggunakan huruf kapital, tapi nama itu sendiri kini sudah menjadi salah satu lirikan tren masa kini di dunia perkakas digital. Bagi mereka yang mencari “mobile gadget“. Saya punya Samsung GALAXY Note II (dan entah kenapa ditulis dalam angka Romawi), yang sehari-hari saya gunakan sekaligus sebagai ponsel.

Pengalaman saya menggunakan Note II memang sama sekali tidak mengecewakan, jika tidak saya pasti menangis mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk performa impian. Tapi tidak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat, bahkan sekarang sudah lahir dan beredar Note III generasi penerusnya. Ponsel saya mendadak jadi barang lawas. Continue reading →

Dari Tablet ke Fablet

Sudah hampir setengah tahun saya menggunakan tablet Android dari ZTE yang berbasis Androi 2.3 Ginger Bread. Tablet ini sangat bagus, bahkan sangat nyaman untuk membaca dan mengerjakan sejumlah tugas, bahkan banyak membantu saya dalam keseharian di pelayanan kesehatan. Awalnya saya berpikir, bahwa membawa tablet berukuran tujuh inci tidak akan bermasalah dalam hal mobilitas, apalagi tablet layar tujuh inci sangat pas masuk di saku jas dokter pada umumnya.

Nyatanya tidak demikian, ketika mobilitas tinggi di mana pekerjaan selalu berpindah tempat, tablet tidak banyak membantu terutama dalam hal komunikasi di perjalanan. Sehingga saya berpikir untuk mencari gantinya dengan dengan yang lebih ringkas, tidak mengorbankan ukuran layar secara bermakna (bagi saya), dan bisa digunakan dengan satu tangan. Continue reading →