Buku Kajian Awal Tata Kelola Penanganan COVID-19 di Indonesia

UGM Digital Press kembali menerbitkan sebuah buku digital dengan judul “Tata Kelola Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kajian Awal” oleh Poppy S. Winanti (eds); Wawan Mas’udi (eds).

Pandemi global COVID-19 telah melahirkan kegamangan tata kelola penanganan dihampir semua negara, terlepas dari apapun tingkat kemajuan ekonomi dan teknologi serta karakter politiknya. Sistem manajemen krisis standar kehilangan relevansi, memaksa pemerintah mengambil kebijakan yang cenderung trial and error. Indonesia menghadapi tantangan serupa. Situasi ini diperparah dengan adanya politisasi pandemi dan sikap abai atas science di awal krisis serta kapasitas ekonomi dan sistem pelayanan kesehatan yang terbatas. Buku Tata Kelola Penanganan COVID-19 di Indonesia: Kajian Awal ini dimaksudkan untuk mendiskusikan: pertama, bagaimana dinamika tata kelola dan kebijakan penanganan COVID-19 di Indonesia?; kedua, bagaimana respon berbagai pihak (pemerintah, industri, dan masyarakat) menghadapi COVID-19?; dan ketiga, bentuk komunikasi publik apa yang berlangsung dalam penanganan COVID-19?

Lanjutkan membaca “Buku Kajian Awal Tata Kelola Penanganan COVID-19 di Indonesia”

Tata Laksana Tuberkulosis di Layanan Kesehatan Primer

Pengantar

Tuberkulosis (ICPC II: A70 Tuberculosis | ICD X: A15 Respiratory tuberculosis, bacteriologiccaly and histologically confirmed) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB yaitu Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, namun dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Indonesia merupakan negara yang termasuk sebagai 5 besar dari 22 negara di dunia dengan beban TB. Kontribusi TB di Indonesia sebesar 5,8%. Saat ini timbul kedaruratan baru dalam penanggulangan TB, yaitu TB Resisten Obat (Multi Drug Resistance/ MDR). Lanjutkan membaca “Tata Laksana Tuberkulosis di Layanan Kesehatan Primer”

Panduan Praktik Klinis Dokter

Peraturan Menteri Kesehatan no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer memberikan kejelasan mengenai bagaimana seorang dokter sesuai dengan komptensinya melakukan pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas, praktik pribadi, klinik pratama atau utama dan balai pengobatan misalnya.

Jika seorang dokter pernah membaca Panduan Pengobatan di Puskesmas edisi tahun 2007, maka ini bisa dikatakan sebagai pengembangannya. Banyak kondisi kelainan dan penyakit yang bisa ditangani (jika teliti) di fasilitas pelayanan kesehatan primer, sehingga dokter tidak perlu merujuk pasien hingga ke rumah sakit yang tidak jarang terkendala jarak dan waktu bagi pasien.

Lanjutkan membaca “Panduan Praktik Klinis Dokter”