Tak Terjawab

Selain melalui media elektronik tulisan, spam saat ini bisa berdatangan dari media komunikasi lisan – telepon merupakan salah satunya. Penawaran yang paling sering adalah asuransi dan kartu kredit. Walau tidak sering, namun penawaran ini datang berkala, dan pada waktu-waktu yang ‘mengganggu’.

Belakangan tidak lagi datang dengan menggunakan nomor resmi kantor, namun juga dengan nomor ponsel pribadi. Lama-lama saya berpikir, ajian ‘promo’ macam ini semakin menggila. Sedemikian hingga, saya tidak lagi menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal.

Embed from Getty Images Continue reading →

Live Messenger ke Skype

Akhirnya berakhir sudah masa penggunaan perpesanan instan Live Messenger yang dulunya menggunakan akun dari Microsoft, seperti Hotmail, MSN dan tentu saja Live. Sekarang migrasi sudah dilakukan ke Skype yang telah dimiliki oleh Microsoft. Saya pun menggabungkan akun Microsoft saya dengan Skype (yang awalnya menggunakan Gmail).

Skype saya biasanya justru aktif saat menggunakan Linux dibandingkan saat menggunakan Windows, alasannya sederhana, kualitas suaranya lebih jernih lewat Linux. Mengapa demikian? Saya sendiri tidak bisa menjelaskan. Continue reading →

Skype 2.2 untuk openSUSE Tumbleweed

Sejak diakuisisi oleh Microsoft, Skype tidak menunjukkan banyak perkembangan untuk Linux – meski demikian tampaknya masih dikembangkan dalam bayang-bayang, karena Skype bukanlah aplikasi terbuka. Namun tampaknya tidak banyak pilihan juga, Ekiga yang yang selama ini ada untuk Gnome pun perjalanannya tampak tersendat-sendat.

Tidak masalah sebenarnya memasang Skype untuk Windows – karena dukungannya memang di sana. Namun memasang pada Linux ada beberapa hal yang memang bisa menjadi kendala. Dan saya memasangnya dengan sejumlah pertimbangan untuk pekerjaan ke dapannya. Continue reading →