Tahun Baru, Wajah Baru Bhyllabus

Pertama-tama, izinkan saya selaku penulis mengucapkan selamat Tahun Baru 2016 – dan semoga menjadi tahun yang baik bagi kita semua. Saya menyadari bahwa tahun 2015 adalah tahun yang ‘kurang’ begitu baik dalam hal menulis, tentu saja yang saya maksudkan adalah produktivitas menulis yang menurun. Saya berharap – walau sekadar cuma berani berharap – bahwa produktivitas ini akan kembali pada tahun 2016 ini.

Continue reading →

Iklan

Kombinasi Helium dan Nitrux pada KDE openSUSE

Saya merasa sudah cukup dengan kombinasi warna gelap dan monokromatik yang saya gunakan sebelumnya pada dekstop KDE openSUSE. Sekarang ingin sesuatu yang berwarna lebih cerah; pekerjaan dengan waktu yang meningkat di depan komputer membuat warna-warna cerah bisa membantu membuat betah – setidaknya bagi saya.

Saya mencoba mengeksplorasi sejumlah setelan dan eye candy untuk KDE, sampai akhirnya tiba pada kombinasi antara Helium dan Nitrux yang saya terapkan pada dekstop yang saya gunakan. Continue reading →

KDE openSUSE dan Selera Pribadi

Pasca memasang openSUSE 13.1 versi KDE 64-bit, polesan yang dibawa memang sudah apik, seperti “kue yang lembut”; hanya saja saya sendiri memiliki selera pribadi sehingga bisa betah menggunakannya. Saya mengubah beberapa setelan yang sekiranya bisa memenuhi apa yang ingin saya “lihat” sebagai tampilan desktop saya, dan tentu saja ini sangat pribadi sifatnya. Anda dan saya mungkin memiliki selera yang berbeda.

Tema yang saya ambil saat ini lebih pada tema yang “gelap” atau “dark”, karena efek yang baik biasanya lebih mudah tampak jika tema dibuat gelap. Seperti teater, lebih menyenangkan menonton pada kondisi gelap. Hanya saja untuk urusan membaca teks, mengetik dan sebagainya, tentu saja tetap dikerjakan pada ruang putih. Continue reading →

Firefox Cantik dengan Batik

Hari ini saya mengganti tema merah putih yang ada pada Peramban Firefox dengan tema Batik yang cantik. Warna-warninya yang sedikit “groovy” berpadu dengan corakan batik lokal membuatnya tampil lembut dan nyaman dipandang. Walau mungkin tidak semua orang berpendapat saya dengan saya, tapi tema batik ini bisa membuat saya betah melihat Firefox berlama-lama. Continue reading →

Manvahana dengan Tampilan dan Fitur Baru

Sudah lama sekali tidak disentuh, Manvaha menjadi sedikit berdebu. Memang blog asali saya ini sedari awal tidak ditujukan untuk terlalu sering disentuh, ditulis dalam bahasa Inggris sering kali memerlukan momen tersendiri untuk mengisinya. Sehingga saya melakukan beberapa perubahan pada blog ini, untuk kenyamanan saya dan para pembacanya.

Ada beberapa fitur yang dikurangi, dulu Manvahana mendukung fitur Odiogo,  yang membuat Manvahana tidak hanya bisa dibaca, namun juga didengarkan melalui iTunes (Mac OS, iOS), Banshee (Linux) dan pelbagai perangkat penerima siaran podcasting lainnya. Bagi yang masih ingin mendengarkan Manvahana dalam berkas suara (MP3), maka tulisannya dapat didengarkan di halaman ini. Beberapa berkas lawas akan tersedia dengan baik, dan tulisan baru akan tetap dialihkan ke bentuk suara sampai beberapa waktu ke depan; sehingga bagi yang sudah berlangganan berkas suara, tidak perlu khawatir akan kehilangan pembaruan. Continue reading →

Faience Ocre untuk Raring Ringtail

Satu hal yang selalu saya ganti saat memasang Ubuntu adalah temanya. Saya bukan penggemar Ambience yang digunakan oleh Ubuntu, golongan Faience atau Zutwiko mungkin lebih pas buat saya, padahal bedanya tidak begitu jauh, mereka hanya tampilan yang sering kita lihat sehari-hari.

Untuk Ubuntu 13.04 kali ini, saya memilih tema jendela dan ikon Faince Ocre yang memang cukup pas jendela kecil netbook yang saya gunakan. Sedangkan untuk ikon, saya memilih Faience Claire yang memang didesain untuk Unity. Continue reading →

Menyederhanakan Tampilan Blog di 2013

Menjelang akhir minggu ke-2 awal tahun 2013, saya melakukan sedikit perubahan pada penampilan blog ini. Seiring berubahnya penggunaan teknologi, dari era PC dan netbook beralih ke penggunaan ponsel cerdas dan komputer tablet, maka saya melakukan sedikit pendekatan ke arah tersebut. Sedemikian hingga blog ini menjadi cukup ramah diakses pada perangkat-perangkat tersebut.

Jadi saya meminjam tema Clean Retina dari koleksi tema WordPress konsep kaya fitur namun tetap sederhana. Karena saya tidak memiliki banyak kemewahan untuk mengolah kembali sumber kodenya, maka saya pun memanfaatkan sejumlah pengaya tambahan untuk menyelesaikan beberapa hal menyangkut kode-kode tersembunyi yang saya gunakan pada blog saya ini. Continue reading →