Klorokuin, obat COVID-19 yang tertunda?

Beberapa hari yang lalu, berdasarkan salah satu penelitian dari Lancet mengenai efikasi (kemanjuran) obat hidroksiklorokuin atau klorokuin1, WHO memutuskan untuk menghentikan sementara uji coba hidroksiklorokuin pada “Solidarity Trial” sementara data yang ada diulas ulang oleh Badan Pemantauan Keamanan Data.

Keputusan ini juga diunggah melalui cuitan di akun Twitter resmi @WHO pada tanggal 25 Mei yang lalu.

Hal ini mengundang banyak sekali debat di kalangan masyarakat awam. Oh ya, tentu saja yang berdebat adalah masyarakat awam, kalangan medis jarang berdebat tentang sebuah penelitian yang menggunakan analisis daftar multibahasa atau ulasan sistematis, kecuali dia bisa membantah atau menyatakan bahwa metode yang digunakan dalam penelitian tersebut cacat secara keilmuan. Sementara masyarakat awam akan berdebat mengenai apa yang mereka tahu dan percaya, bukan berdasarkan keilmuan. Lanjutkan membaca “Klorokuin, obat COVID-19 yang tertunda?”

Isu EBM dalam FORNAS

Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti pertemuan yang diadakan oleh BPJS Kesehatan cabang utama Yogyakarta. Sejumlah topik di bahas di dalamnya, salah satunya adalah bagaimana penerapan sistem EBM dalam penggunaan FORNAS. Mengapa isu ini menarik bagi saya, karena ini sering kali muncul di lapangan klinisi sehari-hari saat berhadapan dengan terapi bagi pasien pengguna BPJS Kesehatan. Lanjutkan membaca “Isu EBM dalam FORNAS”

Informasi Kesehatan Diri Anda Begitu Berharga

Pada era yang serba modern ini tetap saja informasi merupakan sesuatu yang sangat bermakna, kelengkapan dan ketersediaan informasi menentukan banyak hal mulai dari hal-hal mendasar hingga hal-hal yang penting. Demikian juga di dalam dunia kesehatan dan kedokteran, informasi kesehatan seseorang menentukan langkah-langkah dan pertimbangan medis selanjutnya.

Siapa penyedia informasi kesehatan yang paling penting dalam hal ini? Tentu saja Anda sebagai pasien. Anda mungkin berpikir bahwa dokter akan menyediakan semua informasi tentang penyakit atau gangguan kesehatan apa yang sedang Anda derita saat ini. Namun faktanya, bantuan terbesar untuk mengetahui informasi tersebut sesungguhnya datang dari Anda sendiri. Lanjutkan membaca “Informasi Kesehatan Diri Anda Begitu Berharga”

Second Opinion Sebagai Hak Pasien

Banyak pasien atau keluarga pasien yang menjalani perawatan oleh tenaga atau instalasi medis belum mengetahui bahwa mereka berhak atas pendapat kedua atau second opinion. Namun tidak sedikit juga yang saya temukan terang-terangan datang untuk meminta pendapat kedua setelah mereka sebelumnya bertemu atau berkonsultasi dengan dokter lainnya.

Mencari pendapat kedua bisa dikatakan sebagai upaya penemuan sudut pandang lain dari dokter kedua setelah pasien mengunjungi atau berkonsultasi dengan dokter pertama. Second opinion hanyalah istilah, karena dalam realitanya di lapangan, kadang pasien bisa jadi menemui lebih dari dua dokter untuk dimintakan pendapat medisnya. Lanjutkan membaca “Second Opinion Sebagai Hak Pasien”

Berbicara Tentang Cuci Darah

Hemodialisis atau dikenal awam sebagai prosedur “cuci darah” mungkin merupakan suatu momok yang sedikit menakutkan bagi pasien maupun keluarga pasien. Karena adanya stigma bahwa begitu cuci darah dilakukan, maka umur seseorang yang menjalaninya tidak akan lama lagi. Apalagi biaya cuci darah tidaklah sedikit.

Ginjal dalam tubuh berfungsi untuk membersihkan darah dan membuang cairan berlebih dalam bentuk urin. Beberapa fungsi lainnya adalah membuat hormon yang sesuai dengan keperluan tubuh kita. Ketika terjadi gagal ginjal, maka diperlukan terapi yang bisa menggantikan fungsi ginjal, pilihannya antara lain adalah hemodialisis, peritoneal dialisis dan transplantasi ginjal. Lanjutkan membaca “Berbicara Tentang Cuci Darah”

Demam pada Anak

Demam adalah masalah kesehatan yang paling dikeluhkan oleh anak-anak, dan yang paling sering membuat orang tua khawatir terhadap kesehatan anaknya. Demam pada anak perlu disikapi dengan bijak, ketakutan berlebih atau sebaliknya ketidakacuhan mungkin akan memberikan konsekuensi buruk bagi kesehatan anak.

Mengenal demam saya rasa sesuatu yang perlu diketahui oleh semua orang tua. Demam bisa jadi merupakan masalah kesehatan ringan, atau merupakan tanda dari gangguan kesehatan yang serius. Itulah mengapa saya menyarankan, jika mampu, orang tua selayaknya menyiapkan alat pengukur temparatur tubuh seperti termometer yang selalu sedia di rumah masing-masing – tipe yang menggunakan air raksa mungkin lebih akurat dan cukup awet pemakaiannya. Lanjutkan membaca “Demam pada Anak”

Si Serangga Tomcat dan Dermatitis Linearis

Belakangan ini serangga Tomcat (rove beetle) cukup membuat heboh dengan sejumlah berita di media masa. Karena kontak dengan serangga ini sudah membuat sejumlah warga masyarakat mengalami dermatitis linearis (paederus dermatitis) yang ditandai dengan kulit teritasi hingga melepuh pada area kontak.

Tomcat yang berasal dari serangga genus Paederus memang ada di sekitar kita, dan sudah lama digunakan sebagai musuh (predator) alami bagi hawa pertanian seperti wereng. Namun kadang mereka memasuki wilayah padat pemukiman juga, saya tidak tahu juga penyebabnya. Saya tidak menemukan banyak tentang hal ini dalam buku “Insects as Natural Enemies: A Practical Perspective” oleh Mark A. Jervis. Namun perspektif umum yang diyakini adalah ledakan populasi atau tergusurnya habitat mereka. Lanjutkan membaca “Si Serangga Tomcat dan Dermatitis Linearis”

Hipertiroidisme pada Kehamilan

Hipertiroidisme pada kehamilan cukup umum ditemukan, dengan angka kejadian mencapai 1 dari setiap 1000 kehamilan. Penyebab paling umumnya adalah penyakit Grave. Kehamilan juga secara fisiologis menyebabkan perubahan pada struktur dan fungsi glandula tiroid yang memungkinkan munculnya hipertiroidisme yang diinduksi oleh kehamilan.

Komplikasi hipertiroidisme pada kehamilan meliputi morbiditas dan mortalitas pada ibu, janin dan bayi baru lahir. Pada ibu dapat diinduksi hipertensi pada kehamilan, pre-eklamsia, gagal jantung, dan persalinan preterm. Pada janin dan neonatus dapat terjadi kelahiran mati, goiter, hipertiroiditis dan hipotiroiditis.

Lanjutkan membaca “Hipertiroidisme pada Kehamilan”

Disfungsi Ereksi dan Gaya Hidup

Salah satu cara guna membenahi disfungsi ereksi adalah membuat beberapa perubahan sederhana pada gaya hidup. Tulisan ini adalah kelanjutan tulisan sebelumnya yang berjudul “Penyebab Fisik Disfungsi Ereksi”, dan saya adaptasikan dari “Erectile Dysfunction: Lifestyle Changes to Improve ED”.

Bagi beberapa laki-laki, mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat, seperti berhenti merokok, berolahraga secara teratur, dan mengurangi stres, mungkin adalah semua yang diperlukan untuk perbaikan. Bagi mereka yang memerlukan terapi lebih intensif, mengadopsi perubahan gaya hidup ini sebagai tambahan terapi lanjut akan memberikan bantuan tersendiri.

Lanjutkan membaca “Disfungsi Ereksi dan Gaya Hidup”

Sekilas tentang Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan (congenital heart defects) adalah pelbagai permasalahan yang terdapat pada struktur jantung semenjak lahir. Kelainan-kelainan ini dapat melibatkan dinding-dinding bagian dalam jantung, katup-katup jantung, atau pembuluh-pembuluh darah yang membawa darah masuk ke jantung maupun keluar menuju tubuh. Penyakit jantung bawaan (PJB) mengubah sirkulasi darah normal di dalam jantung.

Ada banyak jenis penyakit jantung bawaan. Mulai dari kelainan sederhana yang tidak menunjukkan gejala apapun hingga bentuk rumit dengan gejala-gejala yang cukup parah, bahkan hingga mengancam jiwa.

Lanjutkan membaca “Sekilas tentang Penyakit Jantung Bawaan”