Cutegram – Klien Telegram bagi Desktop

Cutegram – Better Telegram Client, setidaknya demikian mereka melakukan ‘branding’ terhadap produk mereka, sebuah klien bagi telegram bagi aplikasi Telegram yang merupakan media obrolan pribadi maupun berkelompok, sebagai aplikasi populer lainnya seperti WhatsApp, Line, BlackBerry Messenger, Facebook Messenger, Hangouts, dan sebagainya.

Lanjutkan membaca “Cutegram – Klien Telegram bagi Desktop”

Rilis Final Linux Lite 3.0

Kemarin baru saja dirilis Linux Lite 3.0 Final, salah satu distribusi Linux yang cukup populer karena sederhana, mudah dipasang, mudah digunakan oleh pemula dan bisa dikatakan ‘out of the box‘ juga. Tapi yang paling membuat Linux Lite digemari mungkin karena dia ‘ringan’ dijalankan pada komputer-komputer dengan spesifikasi rendah, sehingga bagi mereka yang menganggarkan dana pembelian netbook atau komputer di bawah 3 – 4 juta rupiah saat ini, maka distribusi Linux ini akan pas bagi mereka.

Lanjutkan membaca “Rilis Final Linux Lite 3.0”

Antivirus untuk Linux

Sebagai pengguna Linux selama bertahun-tahun, dan pengguna Microsoft Windows juga, saya merasakan kebutuhan antivirus bukanlah keniscayaan pada pelbagai distribusi Linux dibandingkan pada Windows. Lalu orang bisa bertanya, apakah orang menggunakan Linux karena tidak ada virus dibandingkan Windows? Bagaimana kita menjawabnya?

Kata seorang pengguna Linux di salah satu jejaring sosial, menggunakan Linux itu kebebasan, dan sedikit virus itu bisa dibilang bonus. – Saya rasa pendapat tersebut memang benar adanya. Karena ada banyak alasan untuk menggunakan Linux, eksplorasi, edukasi, keamanan, stabilitas, performa, dan lain sebagainya. Lanjutkan membaca “Antivirus untuk Linux”

Rilis elementary OS 3.0 – Freya

Tulisan ini mungkin terlambat terbit, dan beberapa dari Anda mungkin sudah mencoba Elementary OS terbaru – “Freya”. Tapi di antara banyak distribusi, mungkin elementary OS adalah salah satu distribusi yang bisa yakin saya tanamkan di sebuah komputer baru (selain openSUSE, dan Antergos). Alasannya sangat sederhana, yaitu pengembangan dan stabilitas, serta karya seni dan cita rasa sebuah sistem operasi. Menggunakan elementary OS, tidak memberikan kesan seperti menggunakan Mac OS, namun ekosistem yang dibangun bisa dibilang benar-benar sesuatu yang tertata, dan kadang mungkin malah eksklusif. Berbeda dengan Mint yang berusaha tampil dengan Cinnamon atau MATE, maka elementary OS selalu tampak elegan dengan Pantheon-nya. Lanjutkan membaca “Rilis elementary OS 3.0 – Freya”

Memasang Ms Office 2010 pada Linux

Meskipun LibreOffice memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan Microsoft Office, namun selalu ada yang menghendaki produk yang asalinya berjalan di Microsoft Windows ini juga berjalan pada Linux. Saya mencoba melihat bagaimana Microsoft Office dapat berjalan pada Linux, dan membaginya melalui tulisan ini.

Yang saya gunakan kali ini adalah LXLE 14.04 yang berbasis Ubuntu dengan sistem 64-bit, distribusi Linux lainnya dapat menyesuaikan. Dan saya memilih Microsoft Office 2010, karena itu yang masih bisa dibeli dengan harga terjangkau (home and student edition misalnya), dan masih bisa ditemukan yang menjual. Microsoft Office 2007 sudah lama hilang dari pasaran, sedangkan Microsoft Office 2013 walau dikatakan bisa berjalan di Linux, namun fungsinya tidak sebaik Office 2010 dan tentu saja harganya yang selangit. Lanjutkan membaca “Memasang Ms Office 2010 pada Linux”

LXLE Desktop – PC Lama Hidup Kembali

Beberapa hari belakangan saya sibuk berburu sistem operasi berbasis Linux yang mampu berjalan pada mesin tua dengan kapasitas RAM di bawah 512 MB. Banyak distro yang sebenarnya asyik dulu, kini sudah tidak ada lagi. Dan banyak distro baru yang kemampuannya belum sempat saya coba oleh karena sudah lama tidak berganti-ganti distribusi lagi.

Istri saya memiliki komputer tua yang berusia sekitar 9-10 tahun, yang mungkin tidak banyak orang mau menggunakannya lagi. Ketika diminta mencarikan pembeli, saya rasa tidak ada juga yang mau membelinya. Maka saya pindahkan komputer tersebut  ke kantor, pada awalnya masih berjalan dengan sistem operasi Windows XP SP2 yang tersendat-sendat, maklum, Windows XP sendiri sebenarnya sudah meminta memori sekitar 512 MB – 1 GB RAM, sehingga bisa berjalan optimal. Lanjutkan membaca “LXLE Desktop – PC Lama Hidup Kembali”

Linux Lite OS

Mencari distrubusi Linux berbasis Ubuntu LTS dengan dukungan jangka waktu panjang, ringan digunakan di komputer rendah sumber daya oleh karena dukungan arsitektur dekstop XFCE, memberikan kemudahan dengan aplikasi populer termasuk Chrome dan Steam, serta membuat Anda mudah bermigrasi dari Windows? Dan penggunaannya cukup sederhana? Linux Lite OS mungkin adalah jawaban yang Anda cari.

Tidak, saya bukan pengguna Linux Lite OS. Tapi dengan membaca konfigurasi yang diberikan, saya paham bahwa pengguna Linux yang menggunakan komputer dengan spesifikasi menengah ke bawah akan menyukai distribusi Linux yang satu ini. Saya teringat dengan Elementary OS yang juga menggunakan Ubuntu LTS, hanya saja pengembangannya tidak begitu cepat karena tim mereka harus menghias sendiri OS tersebut sehingga tampak cantik dari dasarnya. Lanjutkan membaca “Linux Lite OS”

Siap Rilis – Ubuntu 14.04 LTS

Mungkin ini salah satu distribusi Linux yang paling ditunggu, khususnya pengguna Ubuntu. Seri dukungan lima tahun ke depan, LTS terbaru siap dirilis.

Beberapa fitur baru, atau fitur lama yang sempat dihilangkan dikembalikan lagi. Apa Anda akan menggunakan sistem operasi ini?

Selamat Tinggal Pear OS

Salah satu distro Linux yang menyerupai Mac OS X, Pear OS, sudah hilang dari tangan komunitasnya. Tampaknya Pear OS “dijual” ke sebuah perusahaan yang tidak disebutkan namanya.

Pear OS is no longer available for download.” he wrote. “Its future is now in hands of a company who wants to remain anonymous for the moment. The concept has pleased them it and now wants to continue and improve the system for their own products. I can not give a name but it is a very large company well known… Lanjutkan membaca “Selamat Tinggal Pear OS”

Clinica – Rekam Medis Sederhana Multiplatform

Rekam medis elektronik sudah menjadi tuntutan bagi penggemar paperless world saat ini, dan sediannya banyak sekali di pasaran. Clinica Project, salah satu aplikasi yang dikembangkan oleh programer dari Italia mungkin termasuk yang paling sederhana yang bisa didapatkan dari pasaran. Aplikasi ini bisa berjalan di Linux dan Windows, dan bisa digunakan untuk sebuah jaringan Intranet.

Bisa dikatakan Clinica Project masih cukup hijau, tampilannya sangat sederhana, dan lembar rekam medisnya juga sederhana. Namun mereka sudah berencana mengembangkan open source ini agar terintegrasi dengan CNS Smart Card – semacam kartu JKN BPJS Kesehatan di Italia sana. Saya kadang berpikir, kapan di Indonesia ada yang mau membuat aplikasi seperti ini – bersemangat open source dan untuk mendukung keperluan banyak orang? Lanjutkan membaca “Clinica – Rekam Medis Sederhana Multiplatform”