Siu Ajak Liu – 4 Tahun BBC

Bali Blogger Community tempat berkumpulnya narablog Bali dan mereka yang memiliki ikatan emosi dengan Bali kini memasuki usia ke-4. Saya memang tidak begitu aktif dalam komunitas, dan hanya sesekali mengikuti perkembangan yang disebar melalui kelompok surat elektronik. Ide kreatif untuk acara ulang tahun BBC – demikian kami menyebut komunitas ini – pada hari jadinya yang keempat adalah upaya berbagi terhadap masa depan dunia pendidikan di Bali.

Hmm…, saya rasa konsep “berbagi tak pernah rugi” masih melekat kuat pada motor-motor penggerak komunitas yang satu ini. Melihat masih cukup banyaknya siswa sekolah yang kesulitan memenuhi biaya persekolahan, tampaknya mencetuskan sebuah gerakan mendorong mereka yang mampu untuk ikut berpartisipasi dalam membantu adik-adik kita yang kesulitan, namun masih bersemangat untuk bersekolah lagi.

Continue reading →

Iklan

Undangan 3 Tahun Bali Blogger Community

Walau saya sendiri tidak dapat hadir, namun saya sudah menerima undangan acara dalam merayakan 3 Tahun Bali Blogger Community (BBC). Teman-teman panitia kali ini mengusung tema “Berbagi Tak Pernah Rugi: Solidaritas Bencana Indonesia.”

Saya sendiri tidak tahu banyak tentang kegiatan ini, walau saya tahu ini sudah direncakan lewat milis maupun kopi darat jauh-jauh hari sebelumnya. Hanya saja milis BBC termasuk yang ramai, seminggu bisa ada puluhan hingga ratusan surel, tentu saja saya tidak bisa menyimak semuanya dengan seksama. Dan undangan ini saya terima via jejaring sosial, termasuk twitter dan facebook.

3 Tahun Bali Blogger Community

Waktu penyelenggaraan acara adalah Minggu, 14 November 2010 mulai jam 7 pagi hingga jam 1 siang, bertempat di sisi Selatan Lapangan Renon Denpasar.

Mari sumbangkan kepedulian melalui Berbagi Tak Pernah Rugi bersama Bali Blogger Community (BBC). Ada kegiatan (a) Donor Darah, (b) Pasar Barang Bekas, (c) Konsultasi Kesehatan, dan (d) Hiburan.

Seluruh hasil kegiatan akan disumbangkan untuk korban bencana di Wasior, Mentawai, dan Merapi.

Di Pasar Barang Bekas tiap orang bisa menjual dan membeli barang-barang bekas. Pakaian, CD/DVD, alat elektronik, buku, majalah, dan apa saja barang bekas Anda. Seluruh hasil penjualan akan disumbangkan untuk para korban bencana.

Di Konsultasi Kesehatan, tiap orang bebas untuk konsultasi tentang kesehatannya. Tiap pasien akan dikenakan biaya Rp 10.000 yang hasil akhirnya akan disumbangkan juga pada korban bencana.

Acara ini terbuka untuk diikuti semua warga dunia maya di Bali. Anda Facebooker, Kaskuser, Tweeps, Hacker, dan seterusnya dipersilakan untuk ikut serta.

Jika Anda ingin memberikan sumbangan, silakan kirimkan ke rekening:

Ni Nyoman Arie Suriasih
BCA #1461554551

Website: http://www.baliblogger.org | http://www.balebengong.net
Twitter: @baliblogger | @balebengong
Email: dirgantarabagus@gmail.com.

Demikianlah acara ini disusun (terima kasih pada Saylow Artie untuk desainnya). Untuk anggota BBC yang bisa dan sempat hadir, diharapkan kehadirannya guna membantu acara, dan tentunya undangan untuk semua orang yang dapat berpartisipasi.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Undangan Ulang Tahun Ke-2 BBC

Saya ucapkan terima kasih pada semua anggota BBC (Bali Blogger Community) yang sudah dari jauh-jauh hari mempersiapkan sebuah acara untuk komunitas narablog yang satu ini. Dua tahun bukan waktu yang lama, namun bukan berarti waktu yang tidak berarti sama sekali.

Walau tidak semua yang terlibat, setidaknya antusiasme dari berbagai wajah dan ide yang berbeda adalah bukti betapa kentalnya rasa dan asa yang memenuhi sebuah komunitas yang masih muda ini. Sesuatu yang menjadi lebih dari apapun untuk dirayakan bersama.

Sayangnya saya saat ini belum bisa menghadiri acara tersebut karena beberapa kesibukan di distrik Sleman provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Saya berharap acara ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar, serta memberikan saat-saat yang penuh makna bagi mereka yang menghadirinya.

A Birthday in Simple

Perjalanan dari Yogya menuju Bali dengan menggunakan angkutan darat, memerlukan waktu relatif sekitar 16 hingga 18 jam, namun entah mengapa kali ini perlu waktu 20 jam, yah…, begitulah kata teman-temanku tentang Bus “Restu Mulya” yang pertama kali kugunakan ini, tampaknya mereka memiliki jalur yang lebih “unik” dibandingkan perusahaan lain. Tentunya ini memang bukan yang kuharapkan, aku sendiri yang fleksibel tidak akan bermasalah, namun di terminal di sana di kampung halamanku, ada musuh bebuyutanku yang akan kesal menunggu sejak pagi, tentu saja karena ia juga adalah malaikat penjagaku, hi hi, mungkin sesekali membuat Ratna kesal adalah hal yang menarik, dalam perjalanan sudah dapat kubayangkan mimik wajahnya yang jengkel padaku…, ah…, setidaknya memang dari dulu dia suka jengkel padaku.

Rencananya adalah sekaligus mengantar beberapa “dokumen” dari pihak angkatanku di UGM yang akan mengadakan seminar guna penggalian dana, beberapa lembar yang harus diserahkan pada seorang teman di FK UNUD, yang bersedia membantu dengan perluasan informasi seadanya. Namun, betapa malangnya saat kami sadari, bahwa lembar-lembar itu masih tertinggal di seberang lautan sana. Yah…, aku pun diantarkan oleh malaikat-ku yang selalu banyak protes ke rumahku di Gianyar. Aku tahu akan diadakan acara keluarga di Mengwi, sehingga mungkin ada kendaraan di Gianyar yang bisa kubawa pulang ke Mengwi, namun apa daya, sampai di rumah, ternyata tak satu pun kendaraan yang tersisa. Nampaknya aku terpaksa harus meminta jemputan dari keluarga di Mengwi.

Well…, singkat cerita. Aku pun sampai di rumah, tak perlu kuceritakan, karena hampir setiap keluarga memiliki cerita yang sama, dan hampir setiap orang mampu mengimajinasikan apa yang terjadi. Malam itu, memang direncanakan sebuah acara syukuran kecil yang sederhana, sebenarnya sih ulang tahun adik sepupuku…, ah…, namun aku selalu senang nimbrung di dalam acara orang lain, hmm…, dalam hati kecilku tertawa geli…, umur dua puluh empat tahun, sudah tidak seharusnya berulang tahun ria seperti anak kecil…, namun mungkin…, akulah anak kecil itu sendiri.