Upgrade ke Ubuntu 13.10 Saucy Salamander

Akhirnya hari ini selesai sudah proses peningkatan dari Ubuntu 13.04 Raring Ringtail ke Ubuntu 13.10 Saucy Salamander. Saya menggunakan metode peningkatan melalui antarmuka grafis (GUI Upgrade), dan memamng memakan waktu cukup lama (karena sambil saya tinggal seminar, komputer bekerja sendiri di rumah).

Apa yang saya temukan baru di sini? Hampir tidak ada yang baru, kecuali hanya seperti produk lama yang dipoles menjadi lebih cantik dan lembut. Saya sendiri tidak begitu merasakannya. Kalau lebih halaus, saya rasa memang iya, tapi beberapa perubahan tampaknya belum disertai perubahan pada ikon sepenuhnya. Misalnya ikon tetikus nirkabel yang saya gunakan dideteksi dalam perangkat yang menggunakan daya, tapi ikon dayanya tampak buruk dengan lingkarang merah dan garis miring. Continue reading →

Faience Ocre untuk Raring Ringtail

Satu hal yang selalu saya ganti saat memasang Ubuntu adalah temanya. Saya bukan penggemar Ambience yang digunakan oleh Ubuntu, golongan Faience atau Zutwiko mungkin lebih pas buat saya, padahal bedanya tidak begitu jauh, mereka hanya tampilan yang sering kita lihat sehari-hari.

Untuk Ubuntu 13.04 kali ini, saya memilih tema jendela dan ikon Faince Ocre yang memang cukup pas jendela kecil netbook yang saya gunakan. Sedangkan untuk ikon, saya memilih Faience Claire yang memang didesain untuk Unity. Continue reading →

Kesan Awal Ubuntu 11.10

Rilis Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot sudah cukup lama, hanya saja baru semalam saya berinisiatif untuk mengunduh dan memasangnya di notebook Acer TravelMate 6293 saya. Mengunduh langsung dari situs resminya, saya memilih versi 32-bit dalam bentuk CD ISO yang kemudian saya pasang dengan menggunakan dual boot bersama Windows Vista yang dibawa oleh Acer dari pabrikannya.

Untuk mengunduh menggunakan ISP Smartfren, saya memerlukan waktu sekitar 4-5 jam dan menjadikannya sebuah CD instalasi selama 30 menit dengan proses pembakaran pada kecepatan rendah guna menghindari kerusakan penyalinan data. Pemasangannya sendiri berkisar sekitar 30 menit hingga satu jam. Saya tidak menggunakan WUBI karena tidak terlalu familier dengan sistem Ubuntu yang satu ini.

Continue reading →

Beberapa Tema untuk Desktop Unity

Ubuntu Natty Narwhal dengan Desktop Unity-nya tidak memiliki terlalu banyak tema pilihan untuk mempercantik tampilannya. Saya tidak tahu, Ubuntu memiliki tema yang agak kaku dibandingkan Linux lain yang sempat saya coba, katakanlah openSUSE dan LinuxMint misalnya. Saya tidak berkata bahwa ambience yang dipilih oleh Ubuntu buruk, namun mungkin kurang mengena saja, sehingga memilih tema yang tepat agak sulit juga jika tidak tersedia banyak pilihan bagi pengguna.

Beberapa tema yang dipilih Gayan menggunakan Elementary,  jadi Anda mungkin perlu memasang tema Elementary terlebih dahulu pada Ubuntu Natty Narwhal anda.

Continue reading →

Unity dan Natty Narwhal

Beberapa hari ini menggunakan Natty Narwhal beta 2 sebagai satu-satunya sistem operasi di Desktop memberikan pengalaman tersendiri dalam ber-Linux di tahun ini (melirik kembali “Mencicipi Dekstop dengan Natty Narwhal“). Ubuntu 11.04 ini terasa amat berbeda dengan versi sebelumnya, mungkin juga karena Gnome 2.32 yang tertanam penuh di dalamnya dan desktop Unity yang dibawanya.

Saya rasa Unity memberikan kesan lebih pada aksesibilitas, saya lebih bisa menggunakan dan memanggil banyak aplikasi dengan lebih mudah. Mulai dari pemasangan cukup sederhana (kecuali untuk sistem penentuan partisinya yang masih membingungkan awam bagi saya, karena terlalu minim informasi, atau saya masih terbiasa dengan green geeko).

Continue reading →