Beralih ke Universal Windows Platform?

Apa kamu tipe orang yang malas melakukan pembaruan perangkat lunak (software update) di laptop/komputermu? Atau malas mengurus pembaruan hingga peningkatan perangkat lunak pada komputer kantor atau anggota keluarga yang banyak jumlahnya? Tidak mau dibuat pusing dengan update & upgrade? Maka beralih ke UWP (Universal Windows Platform) mungkin adalah jawabannya.

Pembaruan perangkat lunak itu penting, hanya saja tidak banyak dari kita yang peduli atau mau meluangkan waktu untuk itu. Perangkat lunak yang diperbarui pada komputer/laptop memberikan beberapa manfaat, mulai dari menikmati fitur-fitur baru pada aplikasi tersebut, memperbaiki kutu & masalah yang ditemui pada versi sebelumnya, hingga menambal celah keamanan yang bisa membuat komputer kita rentan dari serangan perangkat lunak jahat (malware) atau peretasan (hacking). Lanjutkan membaca “Beralih ke Universal Windows Platform?”

Akhirnya Menggunakan Windows 10 Creators Update

Setelah meninggalkan Linux karena (keterpaksaan) tuntutan dunia kerja. Saya tiba pada Windows 10 yang baru saja beberapa hari ditingkatkan menjadi Windows 10 Creators Update. Memang sekarang Microsoft tidak lagi melakukan peningkatan seperti dulu, di mana dari Windows XP menjadi Vista, lalu 7 akhirnya dua seri 8 dan 8.1 sebelum menjadi Windows 10. Sistem peningkatan Windows 10 terasa seperti menggunakan Sebayon, Arch atau Tumbleweed (pengguna Linux akan paham).

Ada banyak fitur baru dalam Windows 10 Creators Update, namun tidak semua bermanfaat bagi saya, atau setidaknya, tidak semua bisa saya gunakan. Andalan Windows 10 Creators Update yang merupakan kemudahan akses desain dan ‘sosialitas’ 3D menjadi ‘sampah’ bagi saya yang tidak memerlukannya, bahkan saya menghapus sejumlah aplikasi bawaan terkait fitur ini. Tapi tidak semuanya buruk kok.

Lanjutkan membaca “Akhirnya Menggunakan Windows 10 Creators Update”

Microcode Intel pada Linux

Saya belum lama ini mengetahui bahwa performa prosesor bisa dibenahi sehingga sesuai dengan apa yang dikehendaki pabrikan melalui sebuah kode yang bernama microcode. Dan microcode ini biasanya selalu diperbarui, sayangnya pengguna Linux tidak serta merta menerima pembaruan ini. Microcode juga katanya memberikan keamanan yang lebih baik pada pembaruannya, hanya saja memang tidak diwajibkan memiliki, apalagi biasanya microcode harus diperbarui via BIOS. Lanjutkan membaca “Microcode Intel pada Linux”

Upgrade ke Windows 8.1 yang Gratis dan Kacau

Beberapa hari yang lalu, pemilik Windows 8 mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan (update) ke versi Windows 8.1 secara cuma-cuma (tanpa perlu membeli lisensi baru). Saya sudah lama menunggu pembaruan ini, karena terus terang, Windows 8 saya rasakan bekerja lebih baik dan stabil dibandingkan Windows 7. Di sinilah saya berharap bahwa peningkatan ke versi 8.1 akan memberikan hasil yang lebih baik. Pembaruan ke Windows 8.1 akan muncul di Windows Market (Bursa) secara otomatis saat tersedia. Saya memiliki Windows 8 Pro pada notebook lawas Acer TravelMate 6293 yang masih berjalan dengan baik. Sementara saya juga melakukan pembaruan ke Ubuntu 13.10, maka memang pembaruan Windows mendapatkan prioritas yang belakangan karena bukan sistem operasi utama. Lanjutkan membaca “Upgrade ke Windows 8.1 yang Gratis dan Kacau”

Rilis avast! Free Antivirus 6.0

Setelah beberapa lama bergulat di forum, avast! antivirus 6.0 dirilis juga ke pasaran. Tentu saja termasuk edisi Free Antivirus yang kini memiliki banyak fitur yang ditambahkan, dan tentunya fitur antivirus yang sama hebat dengan produk berbayarnya.

CEO AVAST Software – Vince Steckler mengatakan, “With our new avast! 6.0 Free Antivirus, we’ve added advanced capabilities that aren’t in any mainstream AV product. Once again, we are providing a free antivirus that often exceeds the protection offered by other paid-for products,” sebagaimana dikutip dari berita avast edisi 23 Februari kemarin. Jika Anda hanya perlu sebuah antivirus yang handal, Anda tidak perlu sampai membeli lisensi produk berbayarnya, cukup dengan versi gratisnya saja.

Lanjutkan membaca “Rilis avast! Free Antivirus 6.0”

Navbar on WordPress 3.1

Even it was – maybe – a concept that adapted from WordPress.com (or even Blogspot engine, I don’t know for sure), I found a new fresh look when updating my core WordPress from 3.0.5 to 3.1 which called as threeone or “Reinhardt”. There is a totally new navigation bar (or just said as navbar) on the top of the blog.

I think it navigation bar for admin/author/contributor blog, since I don’t use multi-author blog, I can see the whole navigation for user (profile/dashboard/logout) option, a simple adding new post/page button, an easy way on accessing comments and blog appearance.

Lanjutkan membaca “Navbar on WordPress 3.1”

Membuat OpenSuse seperti Arch Linux dengan Tumbleweed

Jika Anda melihat belakangan ini, Arch Linux mengalami pelejitan di peringkat Distro-Watch. Hal ini mungkin disebabkan karena Arch Linux tidak seperti kebanyakan Linux lainnya yang memiliki sistem major upgrade – misalnya OpenSuse memiliki rilis major upgrade setiap 8 bulan sekali dan Ubuntu setiap 6 bulan sekali ditandai dengan pergantian versi. Tapi menurut Bli Dani – pengguna Arch Linux, sistem yang digunakan Arch sangat berbeda, karena pembaruan akan dihadirkan begitu siap dipasangkan.

Sistem ini dikenal sebagai “rolling release”, yang memungkinkan Anda tidak perlu memerlukan upgrade besar-besaran dengan mengganti versi Linux yang Anda gunakan. Tapi saya tidak tahu apakah ini berarti dukungan selamanya? Karena bahkan tipe Linux dengan LTS (long term support) seperti Ubuntu 10.04 Lucid pun memiliki batasan dukungan.

Lanjutkan membaca “Membuat OpenSuse seperti Arch Linux dengan Tumbleweed”

Membuat Koneksi Huawei E220 Jadi Stabil

Modem Huawei E220 hasil bundling dengan IM2 ini seringkali unplug sendiri dari sistem, dan hasilnya koneksi Internet-pun terputus. Sungguh tidak nyaman kan jadinya. Seingat saya dulu membeli Modem Huawei E220 yang pabrikan (mungkin diberi logo Vodafone) tidaklah seperti ini, tapi cukup bandel dengan koneksi yang stabil. Saya sungguh dibuat penasaran, mengapa modem yang serupa bisa jadi punya performa yang sangat berbeda.

Setelah membaca beberapa keterangan yang saling tumpah tindih di Internet, saya memutuskan untuk merombak firmware yang ada di dalam modem ini – meski taruhannya adalah kerusakan modem sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Lanjutkan membaca “Membuat Koneksi Huawei E220 Jadi Stabil”

Siklus Update Terlalu Kenceng

Pagi ini saya mendapatkan surel notifikasi dari filehippo.com yang memberitahukan beberapa update (pembaruan) peranti lunak yang saya gunakan di Windows Vista saya.

Dua di antaranya adalah dari Mozilla, yaitu Thunderbird 3.1.4 dan Firefox 3.6.10. Padahal rasanya baru beberapa hari yang lalu memperbarui dari versi yang bernomor urut selisih 0.0.1 di bawahnya. Rasanya siklus pembaruan seperti ini terlalu kencang (maaf judul memang sengaja tidak dibuat dalam bahasa baku).

Saya sebenarnya sih tidak keberatan, karena saya menggunakan fitur automatic update yang bisa mengurangi jumlah berkas pemasangan pembaruan yang diunduh dari server masing-masing. Misalnya memperbarui Firefox dari versi 3.6.9 ke 3.6.10 jika manual mengunduh berkas instalasi stand alone, maka berkas unduhnya mencapai 8 MB, sedangkan dengan cara otomatis hanya 2,7 MB saja.

Tapi rasanya konyol juga kalau terus menerus kejar-kejaran dengan pembaruan peranti lunak.