Beralih ke Universal Windows Platform?

Apa kamu tipe orang yang malas melakukan pembaruan perangkat lunak (software update) di laptop/komputermu? Atau malas mengurus pembaruan hingga peningkatan perangkat lunak pada komputer kantor atau anggota keluarga yang banyak jumlahnya? Tidak mau dibuat pusing dengan update & upgrade? Maka beralih ke UWP (Universal Windows Platform) mungkin adalah jawabannya.

Pembaruan perangkat lunak itu penting, hanya saja tidak banyak dari kita yang peduli atau mau meluangkan waktu untuk itu. Perangkat lunak yang diperbarui pada komputer/laptop memberikan beberapa manfaat, mulai dari menikmati fitur-fitur baru pada aplikasi tersebut, memperbaiki kutu & masalah yang ditemui pada versi sebelumnya, hingga menambal celah keamanan yang bisa membuat komputer kita rentan dari serangan perangkat lunak jahat (malware) atau peretasan (hacking). Lanjutkan membaca “Beralih ke Universal Windows Platform?”

Otomatis Pakai Microsoft Office 2019

Beberapa hari ini, saya melihat sesuatu yang baru pada Microsoft Office yang saya gunakan. Terutama dari segi menu dan tampilan, saya hanya mengira sebelumnya bahwa ini adalah pembaruan minor, namun ternyata saya keliru, sistem saya telah otomatis ditingkatkan bukan hanya sekadar diperbarui dari standar Microsoft office 2016 menjadi Microsoft Office 2019.

Mungkin ini keuntungan menggunakan Microsoft Office 365, sehingga semuanya otomatis diperbarui. Saya senang dengan perubahan tampilan yang segar dan fitur-fitur baru, terutama kesan yang lebih retro yang ditampilkannya.

Lanjutkan membaca “Otomatis Pakai Microsoft Office 2019”

Migrasi dari Leap 42.1 ke Tumbleweed

Karena sudah rilisnya openSUSE Leap 42.2, saya berminat melakukan peningkatan (upgrade) dari seri 42.1 yang saat ini saya gunakan ke seri 42.2. Namun setelah membaca sejumlah panduan dan pengalaman pengguna, saya tidak memilih meningkatkannya, karena tetap saja untuk keamanan, saya akan memerlukan sebuah DVD instalasi.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba melakukan peningkatan, atau mungkin lebih tepatnya migrasi dari seri Leap 42.1 ke seri Tumbleweed. Dari yang saya baca, Tumbleweed saat ini sudah cukup stabil untuk digunakan harian. Lanjutkan membaca “Migrasi dari Leap 42.1 ke Tumbleweed”

Windows 10 untuk Komputer Lawas

Bisakah Windows 10 dipasang pada komputer/laptop/notebook lawas? Jawabannya ternyata bisa. Karena saya sendiri baru meningkatkan (upgrade) dari Windows 7 ke Windows 8 ke Windows 8.1 dan terakhir ke Windows 10 pada Laptop Acer TravelMate 6293 lawas saya yang dibeli sekitar September 2008 (berusia kira-kira 7 tahun lebih dikit). Seluruh proses memerlukan waktu sekitar 8 jam, dimulai dari pukul 07.00 berakhir pada pukul 15.00. Untungnya saya bisa tinggal bekerja dan seluruh proses berjalan lancar. Lanjutkan membaca “Windows 10 untuk Komputer Lawas”

openSUSE 12.3 Dartmouth GNOME

Akhirnya setelah rilis beberapa waktu yang lalu, saya bisa mencicipi versi distribusi baru openSUSE 12.3 Dartmouth edisi GNOME. Sejak edisi 12.2 Mantis, saya sudah merencanakan edisi berikutnya akan ditingkatkan (upgrade) secara daring (online) via Internet. Sebenarnya karena penasaran, sebab dari dulu tidak pernah berhasil, bahkan setelah migrasi ke Tumbleweed, kegagalan bisa terjadi.

Jadi sistem operasi Linux openSUSE 12.2 yang saya tanamkan di notebook mengikuti pola “KISS“, sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya galat ketika melakukan peningkatan ke edisi berikutnya. OpenSUSE edisi 12.2 yang saya gunakan memiliki genuine GNOME terpasang di dalamnya, dengan penambahan sistem pelokalan ke dalam bahasa Indonesia. Beberapa aplikasi tambahan seperti AbiWord, Thunderbird, Google Chrome dan CrossOver edisi lawas. Lanjutkan membaca “openSUSE 12.3 Dartmouth GNOME”

Mencicipi Avast! 7 Free Antivirus Beta

Setelah melewatkan proyek beta untuk versi 6 yang lalu, kini saya turut berpatisipasi untuk mencoba avast! antivirus 7 beta yang sedang dalam tahap pengembangan bersama dengan anggota komunitas lainnya dari seluruh dunia. Saya mencoba yang versi free (gratis) pada Windows 7 di komputer rumah.

Yang pertama saya perhatikan adalah berkas pemasangannya (installer file) berukuran cukup besar, sekitar 74 MB. Ya memang cukup besar, namun tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan perkembangan peranti keras dan peranti lunak saat ini, apalagi mengingat banyak fitur yang ditambahkan ke dalam versi baru ini. Jadi menimbangkan antara fungsi dan beban, ukuran 74 MB cukup layak menurut saya. Versi avast! 6 memiliki ukuran berkas instalasi sekitar 12 MB lebih ramping, bandingkan saja dengan Avira/AntiVir Personal 12 yang berukuran 83 MB atau AVG Free yang berukuran 140 MB – namun tidak menawarkan fitur se-holistik avast! 7 free.

Lanjutkan membaca “Mencicipi Avast! 7 Free Antivirus Beta”

Upgrade Firmware Nokia E71

Hari ini saya melakukan upgrade firmware Nokia E71 saya, sebenarnya sudah lama tersedia pilihan upgrade namun baru pagi ini dapat saya selesaikan. Firmware baru memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang terdapat pada firmware lama, dan tentunya menambah dukungan terhadap aplikasi-aplikasi terbaru yang disediakan untuk Symbian 60.

Saya biasanya selalu memeriksa ketersediaan pembaharuan perangkat lunak setidaknya enam bulan sekali. Dan selalu melakukan dari komputer rumah, jika tidak tersedia akses biasanya saya mempertimbangkan melakukannya di galeri Nokia terdekat.

Lanjutkan membaca “Upgrade Firmware Nokia E71”

Upgrading This Blog

I did say to my self if this ain’t happening, but it is happening. Akhirnya saya melakukan peningkatan pada blog ini, dikarenakan beberapa masalah yang dihasilkannya. Mungkin bukan solusi terbaik, tapi ini sedang diusahakan. Blog ini sudah mencapai batas penggunaannya selama beberapa minggu terakhir, dan tentu saja yang menjadi kambing hitam untuk hal ini tidak lain adalah si mesin telusur Google. Yeah, Google was killing my blog by dirrecting a lot of traffic here, lebih dari daya menampungnya. Ini karena Google sudah membuat trafik yang lebih banyak dari perkiraan saya, padahal saya tidak menerapkan SEO, dan biasanya blog ini juga sepi-sepi saja. Tapi jika dalam kondisi seperti sekarang, ah, ini bisa membunuh blog saya ini. Lanjutkan membaca “Upgrading This Blog”

Memperbaharui OpenSuSE 11.2 Dengan KDE 4.4.1

Beberapa waktu yang lalu saya memperbaharui sistem OpenSUSE 11.2 saya dari Desktop KDE 4.3.x ke versi KDE 4.4.1, walau sebenarnya saya lebih tertarik menggunakan Gnome. Awalnya ketika saya menerima newsletter dari Linux Poison tentang adanya rilis Desktop KDE 4.4.0, ternyata setelah saya cek, rilis terbaru adalah versi 4.4.1 dengan nama sandi “Clara”.

Saat dulu saya merusakkan Desktop Gnome saya, saya beralih ke KDE sementara saya masih harus belajar sangat banyak tentang Linux – sembari jalan dengan masih bergantung pada Windows Vista untuk pekerjaan sehari-hari, seperti menulis artikel blog ini. Karena Bilbo Blogger terbaru tidak dapat saya gunakan di KDE, sepertinya ada bugs dengan kode API.

Lanjutkan membaca “Memperbaharui OpenSuSE 11.2 Dengan KDE 4.4.1”

I Am Crashing My Suse Again

What a pain, I am crashing my OpenSuse again. I was trying to upgrade Gnome 2.30 to 2.32. Everything was running smoothly, until all the upgrade finished. Then after restart the Green Gecko, “Bang!” – Gnome Panel was gone (missing?) from the desktop, avant windows navigator seems crashed. Now I am still trying to look out for some option, but I don’t know…, I just don’t know. =-=-=-=-= Powered by Blogilo

  Copyright secured by Digiprove © 2011 Cahya Legawa