Manjaro melalui VirtualBox pada Windows 10

Walau sudah lama migrasi ke Microsoft Windows 10, saya masih merasakan kangen pada Linux, terutama antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan milik Gnome. Saya memutuskan untuk mencoba kembali memasang salah satu distribusi Linux, bukan untuk bekerja, namun hanya sekadar agar saya tidak tertinggal dari perkembangan dunia Linux. Karena bukan tidak mungkin suatu saat di masa mendatang, saya kembali menggunakan Linux ketika kerja saya tidak lagi menuntut penggunaan Microsoft Windows.

Saya tidak memiliki mesin komputer lain selain sebuah laptop usia menjelang dua tahun. Di dalamnya terpasang Windows 10 yang sudah ditingkatkan dari Home menjadi Profesional. Ada dua pilihan awal saya, memasang menggunakan dual-boot, atau dengan mesin virtualisasi.

Dual-boot? Saya tidak memiliki waktu untuk memelajari lagi. Sementara jika memilih virtualisasi, saya bisa memasangnya dengan lebih cepat. Akhirnya saya memilih virtualisasi, sekaligus saya menghindari risiko kerusakan pemuat boot.

Continue reading →

Iklan

OpenSUSE 11.4 KDE via VirtualBox

Sudah lama saya tidak mencoba dekstop KDE, karena lumayan banyak masih ada ruang hard disk di Ubuntu 11.04 yang saya gunakan, akhirnya saya memutuskan untuk mencicipi KDE milik openSUSE 11.04. Hanya saja, saya tidak ingin menggunakan mekanisme multiboot, karena Ubuntu dan openSUSE memiliki tipe GRUB yang berbeda, itu akan membuat pusing tujuh keliling, dan menyita lebih banyak waktu.

Jadi saya putuskan untuk menggunakan VirtualBox kali ini. Yang saya perlukan adalah aplikasi VirtualBox terpasang pada Ubuntu, cara yang sama bisa diterapkan pada Windows atau Mac OS jika Anda ingin mencoba menggunakan Linux tanpa perlu mengancam sistem operasi asli anda.

Continue reading →