Mitos Seputar COVID-19

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan sejumlah pernyataan dalam menyangkal dan menjelaskan sejumlah mitor (atau mungkin fakta) terakit dengan wabah global Wuhan Coronavirus atau COVID-19. Beberapa mitos ini mungkin belum tiba di tanah air, tapi beberapa mungkin cukup menarik untuk disimak. Lanjutkan membaca “Mitos Seputar COVID-19”

Tata Laksana Keracunan Makanan

Keracunan makanan merupakan suatu kondisi gangguan pencernaan yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dengan zat patogen dan atau bahan kimia, misalnya Norovirus, Salmonella, Clostridium perfringens, Campylobacter, dan Staphylococcus aureus.

Beberapa keluhan umum pada kasus keracunan makanan seperti:  Diare akut. Pada keracunan makanan biasanya berlangsung kurang dari2 minggu;  darah atau lendir pada tinja, menunjukkan invasi mukosa usus atau kolon; nyeri perut;  nyeri kram otot perut, menunjukkan hilangnya elektrolit yang mendasari, seperti pada kolera yang berat; kembung.

Lanjutkan membaca “Tata Laksana Keracunan Makanan”

Campak dan Imunisasi

Tahukah Anda bahwa meskipun di seluruh dunia sekitar 74% anak-anak mendapatkan dosis pertama vaksinasi campak, angka kematian karena campak menunjukkan jumlah fantastis sekitar 122.000 kematian akibat campak pada tahun 2014?1  Dan hal ini memperihatinkan karena sebenarnya kematian ini dapat dicegah melalui program imunisasi.

Biasanya imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan dan dosis ulangan (second opportunity pada crash program campak) pada usia 6-59 bulan serta saat SD kelas 1-6. Terkadang, terdapat program PIN (Pekan Imunisasi Nasional) campak yang bertujuan sebagai penguatan (strengthening). Program ini bertujuan untuk mencakup sekitar 5 persen individu yang diperkirakan tidak memberikan respons imunitas yang baik saat diimunisasi dahulu. Bagi anak yang terlambat/belum mendapat imunisasi campak: bila saat itu anak berusia 9-12 bulan, berikan kapan pun saat bertemu. Bila anak berusia >1 tahun, berikan MMR2.

Lanjutkan membaca “Campak dan Imunisasi”

Keracunan Makanan

Oleh sebab beberapa kasus belakangan ini, maka saya hendak menulis sekilas tentang keracunan makanan. Apa yang biasanya menjadi pertimbangan dokter di layanan primer untuk kasus-kasus seperti ini. Saya akan menggunakan rujukan dari MedScape untuk tulisan kali. Jika adalah Anda adalah masyarakat awam, dan sedang menemukan kasus yang dicurigai sebagai keracunan makanan, tidak disarankan membaca artikel ini terlebih dahulu, namun langsung membawa korban ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.

Keracunan makanan diartikan sebagai suatu kondisi sakit yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman/air yang tercemar oleh bakteri dan/atau racun mereka, atau dengan parasit, virus, atau bahan kimia. Patogen yang paling umum menyebabkan keracunan makanan adalah Norovirus, Salmonella, Clostridium perfringens, Campylobacter, dan Staphylococcus aureus. Lanjutkan membaca “Keracunan Makanan”

Hari Hepatitis Sedunia: Ketahui dan Hadapi

Setiap tahun pada tanggal 28 Juli, Hari Hepatitis Sedunia diperingati guna meningkatkan kesadaran akan penyakit yang satu ini. Memang Hari Hepatitis Sedunia tidak begitu dikenal sebagaimana halnya dengan Hari Tembakau Sedunia atau Hari AIDS Sedunia, namun keberadaannya memegang peranan yang tidak kalah penting. Tujuan peringatan Hari Hepatitis Sedunia secara umum adalah meningkatkan kesadaran masyarakat global mengenai virus hepatitis dan penyakit yang disebabkannya.

Virus Hepatitis A, B, C, D, dan E dapat menyebabkan infeksi akut dan kronis, serta peradangan hari yang dapat mengarah pada sirosis dan kanker hati. Virus-virus ini telah menyumbang kerawanan dan risiko kesehatan global di mana  sekitar 240 juta jiwa terinfeksi Hepatitis B secara kronis, sementara sekitar 150 juta jiwa secara kronis terinfeksi Hepatitis C. Lanjutkan membaca “Hari Hepatitis Sedunia: Ketahui dan Hadapi”

Internet Mati pada 9 Juli?

Saya tahu banyak yang membicarakan hal ini di Internet karena khawatir Internet akan mati. Anda mungkin sudah mendengar ini disebabkan oleh kode berbahaya (malware) yang umum dirujuk oleh perusahaan Antivirus sebagai “DNSChanger”. Awalnya kode ini dibuat untuk menyusup di antara Anda pengguna Internet dan server yang berisi konten yang sedang coba Anda akses.

Bagaimana kode jahat ini bekerja, saya rasa tulisan pakar keamanan avast! pada halaman ini akan sangat membantu Anda. Perkiraannya, di seluruh dunia, ada sekitar 250.000 – 300.000 unit komputer yang terinfeksi. Pelakunya sudah ditangkap dan server yang mereka gunakan sudah disita. Permasalahannya adalah, FBI diminta untuk mematikan server ini per 9 Juli mendatang, dan ini mungkin akan mempengaruhi komputer yang terinfeksi. Lanjutkan membaca “Internet Mati pada 9 Juli?”

Flashback Trojan di Ms Word pada Mac OSX

Pertengahan bulan ini, sempat beredar luas virus komputer yang menyerang produk Apple: Mac OS melalui celah keamanan pada Microsoft Word yang terpasang pada produk Apple. Microsoft Office memang cukup banyak digunakan, termasuk pada produk Apple. Jadi jika Anda menggunakan produk Mac OS untuk versi Microsoft Office 2004 dan 2008, segeralah diperbarui tambalannya.

Pun demikian, ada kemungkinan virus komputer ini akan terus mendatangani komputer Anda. Karena pada dasarnya Mac OS X tidak kebal virus komputer. Anda mungkin bisa mempertimbangkan produk antivirus untuk Mac OS X Anda, seperti misalnya avast! for Mac yang gratis. Lanjutkan membaca “Flashback Trojan di Ms Word pada Mac OSX”

Open Source yang Mematikan

Open source tidak selalu mendatangkan kebaikan, meskipun konsepnya dibangun berdasarkan upaya untuk mewujudkan kebaikan bagi bersama. Karena open source bermakna sebuah kode yang hak aksesnya terbuka bagi publik, siapa pun bisa mendapatkannya dan dapat mengembangkannya atau membuat kode turunannya dan menghasilkan piranti lunak tersendiri.

Linux adalah salah satu bentuk open source yang paling populer penggunaannya saat ini, sebut saja Ubuntu dan Android, dua raja dunia Linux yang sedang saling berebut hati para penggunanya. Meski pun demikian, keduanya malah dapat dikatakan membawa manfaat bagi mereka yang menggunakannya. Lanjutkan membaca “Open Source yang Mematikan”

Apa Google dengan Android Semakin Sombong

Google dulu adalah salah satu yang saya suka dari mereka yang membangun dunia maya untuk sebuah keterbukaan informasi. Namun bagi yang sudah lama mengikuti tulisan saya (yang meski mungkin karena kurang kerjaan), pastinya tahu bahwa saya sudah mulai kehilangan simpati dengan Google.

Jika Anda mengikuti pemberitaan sekitar pertengahan hingga akhir November lalu, ketika McAfee melaporkan adanya peningkatan serangan malware terhadap perangkat bersistem operasi Android dan memunculkan Android sebagai salah satu target virus komputer di masa kini dan mendatang. Maka Chris DiBona – manajer program open-source Google segera menyangkalnya.

Lanjutkan membaca “Apa Google dengan Android Semakin Sombong”