Klorokuin, obat COVID-19 yang tertunda?

Beberapa hari yang lalu, berdasarkan salah satu penelitian dari Lancet mengenai efikasi (kemanjuran) obat hidroksiklorokuin atau klorokuin1, WHO memutuskan untuk menghentikan sementara uji coba hidroksiklorokuin pada “Solidarity Trial” sementara data yang ada diulas ulang oleh Badan Pemantauan Keamanan Data.

Keputusan ini juga diunggah melalui cuitan di akun Twitter resmi @WHO pada tanggal 25 Mei yang lalu.

Hal ini mengundang banyak sekali debat di kalangan masyarakat awam. Oh ya, tentu saja yang berdebat adalah masyarakat awam, kalangan medis jarang berdebat tentang sebuah penelitian yang menggunakan analisis daftar multibahasa atau ulasan sistematis, kecuali dia bisa membantah atau menyatakan bahwa metode yang digunakan dalam penelitian tersebut cacat secara keilmuan. Sementara masyarakat awam akan berdebat mengenai apa yang mereka tahu dan percaya, bukan berdasarkan keilmuan. Lanjutkan membaca “Klorokuin, obat COVID-19 yang tertunda?”

Coronavirus ‘baru’ dari Wuhan, Tiongkok

Infeksi virus corona jenis baru dari Wuhan, Tiongkok membuat khawatir banyak pihak, baik para profesional dari dunia kesehatan maupun masyarakat awam. Kematian akibat infeksi virus ini telah dilaporkan, dan terus bertambah sejak hari pertama infeksi ini dipublikasikan ke masyarakat global.

Belum banyak yang diketahui mengenai virus ini, dan dunia kesehatan sedang berusaha untuk mengakhiri outbreak kasus coronavirus ini.

Lanjutkan membaca “Coronavirus ‘baru’ dari Wuhan, Tiongkok”

Polisi Udara yang Membunuh tanpa Permisi

Sudah sejak lama polusi udara menjadi masalah kesehatan, dan orang tahu bahwa kualitas udara yang buruk juga berdampak buruk bagi kesehatan, namun banyak orang terkesan tidak mengacuhkan semua itu. Lalu bagaimana polusi udara dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita?

Perlu diketahui bahwa udara yang dianggap kotor mengandung banyak zat-zat polutan, beberapa partikel begitu kecil sehingga bisa dibilang seperti kumpulan molekuler. Entah itu timbal, karbon, nitrat, sulfat dan lainnya.

Mereka masuk ke dalam tubuh ketika kita menghirup napas, dan pertahanan alamiah kita seringkali tidak mampu menyaring semua kotoran ini dengan efektif, sehingga mereka tiba di dalam paru-paru. Walau tubuh berusaha mengeluarkan polutan ini, namun jumlahnya yang berlebihan membuat mereka lebih banyak berhasil menimbulkan radang di paru-paru dan kemudian masuk ke dalam tubuh melalui peredaran darah.

Pada pembuluh darah, mereka menyebabkan peradangan yang ujung-ujungnya merusak pembuluh darah itu sendiri, membuatnya menjadi tidak elastis, rapuh dan menyempit. Menghasilkan risiko bagi darah tinggi, dan pada jangka panjang adalah kegagalan banyak organ tubuh. Termasuk di dalamnya penyakit stroke dan serangan jantung.

Pada paru-paru sendiri, polusi berlebihan meningkatkan risiko kanker dan pada akhirnya meningkatkan risiko kematian akibat polusi udara.

Kita mencegah hal-hal buruk ini terjadi. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan, dan saya rasa hampir semua orang telah mengetahuinya.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengakses halaman Breath Life 2030 – sebuah halaman informasi yang disediakan dan disponsori oleh Badan Kesehatan Dunia untuk udara yang lebih baik bagi kehidupan.

Perhatian Terhadap Pencegahan Infeksi

Pencegahan dan kontrol terhadap infeksi merupakan topik yang tak pernah usai dalam pelayanan kesehatan. Permasalahan-permasalahan global seperti: 1 dari 10 pasien mendapatkan infeksi ketika menjalani perawatan, hingga 32% pasien pasca operasi mendapatkan infeksi (dan hingga 51% kebal antibiotik), hingga 90% pekerja kesehatan tidak membersihkan tangannya di beberapa pusat layanan kesehatan, infeksi menyebabkan hingga 56% kematian bayi yang dilahirkan di rumah sakit dan seterusnya.

Lanjutkan membaca “Perhatian Terhadap Pencegahan Infeksi”

Memahami dan Mengelola Rasa Takut

Sebagai tenaga kesehatan atau sukarelawan di bidang kesehatan yang berada di garda depan dalam mengatasi masalah-masalah campuran antara sosial dan kesehatan, akan sering berhadapan dengan pelbagai kondisi psikologi dari masyarakat. Tergantung pada situasi yang dialami, hingga kondisi mental individu-individu dalam masyarakat itu sendiri.

Jadi, bagaimana tenaga atau sukarelawan kesehatan dapat membantu dirinya dan orang lain dalam memahami dan mengelola rasa takut?

Lanjutkan membaca “Memahami dan Mengelola Rasa Takut”

Save LIVES – Sebuah Pendekatan Keselamatan Berlalu Lintas

WHO – Organisasi Kesehatan Dunia baru-baru ini merilis sebuah paket pendekatan guna meningkatkan keselamatan berlalu lintas yang dikampanyekan sebagai “Save LIVES”. Terdiri dari 6 strategi dan 22 intervensi.

Setiap tahun, 1,25 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan sebanyak 50 juta orang terluka. Mereka adalah penyebab utama kematian di kalangan orang berusia 15-29 tahun. Hampir setengah (49%) orang-orang yang meninggal di jalanan dunia adalah pejalan kaki, pengendara sepeda dan pengendara sepeda motor. Selain kesedihan dan penderitaan yang mereka timbulkan, kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan dan pembangunan publik yang penting dengan biaya kesehatan dan sosioekonomi yang signifikan. Banyak yang telah diketahui tentang mencegah kematian lalu lintas dan luka-luka. Berdasarkan pengetahuan ini, paket teknis keselamatan jalan telah dikembangkan untuk mendukung para pengambil keputusan dan praktisi dalam upaya mengurangi kematian dan cedera lalu lintas lalu lintas dan mencapai Sasaran Pembangunan Berkelanjutan yang ditargetkan 3.6 dan 11.2.

Lanjutkan membaca “Save LIVES – Sebuah Pendekatan Keselamatan Berlalu Lintas”

Menangkal Penyebaran Ebola dengan Cuci Tangan

Kita tahu bahwa mencuci tangan bisa membantu menjaga kesehatan secara umum, tapi bagaimana dengan mencuci tangan bisa menyelamatkan nyawa dari Ebola? Dalam istilah aslinya, hand hygiene bermakna higienitas (kebersihan dari pelbagai kuman dan partikel yang mengganggu kesehatan) tangan menjadi suatu standar yang memberikan gambaran target dari suatu aktivitas menjaga kebersihan tangan. Sedangkan ketika beralih ke dalam bahasa Indonesia, memang terasa mengalami penyempitan makna menjadi sekadar cuci tangan. Lanjutkan membaca “Menangkal Penyebaran Ebola dengan Cuci Tangan”