Perubahan Paradigma Pilihan Perangkat Lunak pada Windows 10

Selama kurang lebih empat tahun saya bermigrasi penuh ke Windows 10, paradigma pilihan perangkat lunak yang saya gunakan sehari-hari. Pertama perlu diingat bahwa Windows 10 tidak lebih ringan dibandingkan pendahulunya, sebut saja Windows XP hingga Windows 8.1 yang bernampilan modern, dan guna menyeimbanginya perangkat keras pun ikut berpacu menghasilkan luaran terbaru mereka yang kian canggih dari waktu ke waktu. Pun demikian ada beberapa harga yang layak dibayar dengan semua kondisi ini, yaitu komputer tidak lagi menjadi terjangkau dengan sistem operasi Windows 10 sedemikian hingga dapat digunakan secara nyaman.

Continue reading →

OneNote, Tempat untuk Semua Catatan

Ada banyak metode untuk melakukan pencatatan dengan baik, termasuk dalam buku catatan kita. Baik pelajar maupun pekerja, sering kali akan memerlukan catatan. Catatan manual sering kali penuh, rusak atau hilang, sehingga tidak nyaman untuk digunakan. Sedemikian hingga, pilihan saat ini adalah untuk memindahkan catatan ke bentuk digital, tapi aplikasi mana yang akan digunakan?

Ada banyak sekali pilihan, misalnya Evernote, Google Keep, Dropbox Paper, SimpleNote, Joplin dan sebagainya. Tapi setelah mencoba beberapa di antaranya, saya memutuskan menggunakan OneNote.

Capture

OneNote pada Windows 10

Continue reading →

Bilah Kerja, Atas atau Bawah?

Bilah kerja atau taskbar pada setiap tampilan desktop sistem operasi memiliki posisi yang khas, bagi kebanyakan penggunaan Windows, posisi ini secara asali ada di bagian bawah jendela kerja. Pengguna Mac OS memiliki bilah kerja di bagian atas dengan bantuan dok yang di bagian bawah. Tapi di manakah yang paling nyaman?

Saya sendiri paling nyaman sebenarnya ada di sisi kiri jendela kerja. Tapi untuk bekerja lebih cepat, terfokus dan efesien, saya menempatkan bilah kerja di bagian atas jendela kerja.

Capture

Tampilan Windows 10 dengan bilah kerja di bagian atas,

Continue reading →

Kerja dan Spotify

Dulu saya paling ogah kalau menikmati multimedia secara melalui streaming daring. Jika pun ada, hanya sedikit sekali pilihan saya. Tapi belakangan ini, Spotify sering muter-muter dengan beberapa lagu-lagu lawas favaorit saya.

Ketika saya tidak mengambil posisi sebagai klinisi, saya duduk di meja dan menghadapi banyak kerja dengan alunan musik dari Spotify. Musik dalam latar belakang, bisa membantu memengaruhi suasana hati dalam bekerja. Bisa menjadi rileks atau bersemangat sesuai dengan irama pilihan.

Capture Continue reading →

Otomatis Pakai Microsoft Office 2019

Beberapa hari ini, saya melihat sesuatu yang baru pada Microsoft Office yang saya gunakan. Terutama dari segi menu dan tampilan, saya hanya mengira sebelumnya bahwa ini adalah pembaruan minor, namun ternyata saya keliru, sistem saya telah otomatis ditingkatkan bukan hanya sekadar diperbarui dari standar Microsoft office 2016 menjadi Microsoft Office 2019.

Mungkin ini keuntungan menggunakan Microsoft Office 365, sehingga semuanya otomatis diperbarui. Saya senang dengan perubahan tampilan yang segar dan fitur-fitur baru, terutama kesan yang lebih retro yang ditampilkannya.

Continue reading →

Migrasi dari Dropbox ke OneDrive

Saya menggunakan Dropbox sejak tahun 2012, atau sejak tahun enam tahun yang lalu. Dropbox membantu saya mencadangkan banyak berkas penting, termasuk berbagi berkas dengan kolega dan keluarga. Seiring dengan perjalanan perjalanan waktu, saya mencoba sejumlah pencadangan awan, termasuk Spider Oak yang pada awalnya populer di openSUSE.

Continue reading →

Windows Defender, antara YA dan TIDAK

Salah aktivitas paling menarik pengguna Windows baru (tentu saja Windows 10) adalah segera memasang produk antivirus (selain game favorit bagi beberapa orang). Mulai dari menggunakan antivirus pihak ketiga yang gratis, hingga membeli lisensi yang berbayar, apalagi sekarang lisensi mudah didapatkan dari toko daring. Kecuali mereka yang menggunakan komputer hanya sekadar menerima jadi dan langsung pakai, golongan ini tidak terlalu peduli apakah antivirus ada atau berjalan di komputer yang mereka gunakan.

Perilaku mengutamakan memasang antivirus tambahan bisa jadi menunjukkan bahwa pengguna teknologi juga memiliki kesadaran terhadap keamanan menggunakan komputer.

Continue reading →