Xfce openSUSE Leap 42.1

Kadang saya kangen menggunakan desktop yang 'terasa' ringan, dan mungkin menyerupai Windows pada Linux. Ini gara-gara beberapa hari belakangan saya berkutat dengan komputer-komputer lawas yang masih menggunakan sistem operasi Windows XP yang sudah lama kedaluwarsa. Saya pun memutuskan menambahkan Xfce ke dalam openSUSE Leap 42.1 yang saya gunakan. Saya rasa hasilnya kemudian memuaskan, apalagi karena dibangun … Lanjutkan membaca Xfce openSUSE Leap 42.1

Memasang openSUSE pada Komputer Berspesifikasi Rendah

Masih ingat ketika saya membahas tentang bagaimana LXLE bisa digunakan di komuter lawas? Komputer Pentium IV dengan 2,4 GHz dan SDRAM 128+256 MB tersebut saya coba pasang dengan menggunakan openSUSE 13.2 yang baru dirilis beberapa waktu yang lalu. Berbeda dengan LXLE yang menggunakan basis keluaran distribusi lawas untuk versi 32-bit mereka, openSUSE 13.2 Harlequin menggunakan … Lanjutkan membaca Memasang openSUSE pada Komputer Berspesifikasi Rendah

XFCE untuk Saat Ini

Kemarin saya meningkatkan komputer kantor dari Linux Mint 16 Petra ke Mint 17 Qiana, mumpung jaringan Internet sudah diperbaiki jalurnya. Memang kesannya sederhana, setelah beberapa perintah sederhana dari terminal dan mengganti target repo yang dituju, maka proses peningkatan berlangsung otomatis; tapi jeleknya, setelah selesai, malah tidak bisa masuk ke dalam desktop. Inilah salah satu alasan … Lanjutkan membaca XFCE untuk Saat Ini

Linux Lite OS

Mencari distrubusi Linux berbasis Ubuntu LTS dengan dukungan jangka waktu panjang, ringan digunakan di komputer rendah sumber daya oleh karena dukungan arsitektur dekstop XFCE, memberikan kemudahan dengan aplikasi populer termasuk Chrome dan Steam, serta membuat Anda mudah bermigrasi dari Windows? Dan penggunaannya cukup sederhana? Linux Lite OS mungkin adalah jawaban yang Anda cari. Tidak, saya … Lanjutkan membaca Linux Lite OS

Mageia 4 Dirilis

Mageia adalah salah satu ditro Linux populer saat ini, dan untuk pemula cukup mudah digunakan. Apa yang menarik menurut saya adalah karena Mageia masih menggunakan GRUB yang lama, walau GRUB2 sudah disediakan; ini bermakna pemilik komputer yang ingin melakukan dual-boot dengan sistem operasi lawas masih cukup diberikan rasa bersahabat. Seperti Linux Mint, Mageia juga dilengkapi … Lanjutkan membaca Mageia 4 Dirilis

Xfce, mengungsi dari GNOME 3

Pertama kali saya mencoba GNOME 3 dengan Gnome Shell-nya adalah melalui Ubuntu Natty Narwhal. Saya hanya meliriknya sesaat, dan segera meninggalkan, dan saya merasa agak mengerti mengapa pendiri Linux mengatakan GNOME 3 sebagai "unholy mess", banyak pengembang Linux konon menghindari GNOME 3. Ubuntu 11.04 sendiri mencuat dengan melahirkan Unity, yang menurut saya sendiri cukup stabil … Lanjutkan membaca Xfce, mengungsi dari GNOME 3

Rotasi Wallpaper Ubuntu dengan DesktopNova

Ubuntu 11.04 Natty Narwhal memang membawa sendiri sejumlah kertas dinding (wallpaper) dalam set yang dapat berotasi dengan sendirinya, namun untuk mengubah set ini mungkin akan agak sulit bagi pemula. Dan aplikasi yang lumayan banyak digunakan pada Ubuntu (Gnome dan Xfce) sejak dulu adalah DesktopNova yang merupakan wallpaper changer untuk Linux ini. Jika Anda memiliki sejumlah … Lanjutkan membaca Rotasi Wallpaper Ubuntu dengan DesktopNova

Xubuntu dan Lubuntu Sebagai Alternatif Ubuntu

Ubuntu sebagai salah satu distro Linux yang cukup banyak penggunanya, juga memiliki beberapa varian yang dikembangkan oleh komunitasnya. Salah satu tujuannya adalah mengimplementasikan sistem operasi Ubuntu pada lingkungan dekstop yang lebih ramah sumber daya, atau bisa bekerja pada komputer dengan spesifikasi rendah, terutama untuk komputer lama dan netbook, yang misalnya hanya memiliki RAM sebatas 512 … Lanjutkan membaca Xubuntu dan Lubuntu Sebagai Alternatif Ubuntu