Mengirim Lampiran Berkas Berukuran Besar via Surat Elektronik

Semua penyedia layanan surat elektronik (surel/email) memiliki batasan besar berkas (file) yang bisa dilekatkan pada lampiran (attachment), jika pembatasan ini tidak lakukan, maka kita bisa menghabiskan banyak waktu hanya untuk menerima satu surat elektronik lengkap, dan menghambat sinkronisasi seluruh kotak surat kita. Sedemikian hingga masing-masing penyedia jasa surat elektronik memiliki pembatasan sendiri seperti AOL (25 MB), Gmail (25 MB), Outlook.com (10 MB), YahooMail (25 MB), Mail.com (50 MB).

Continue reading →

Iklan

Saya dan Surat Elektronik

Oh ini sudah penghujung tahun 2018, dan sebentar lagi 2019 tiba. Saya tidak tahu apa yang akan menunggu saya di tahun 2019, tapi sepertinya segala sesuatu akan menjadi lebih berat. Dan untuk menghadapinya, saya perlu lebih fokus pada hal-hal yang penting, dan sesekali lenyap untuk hal-hal yang lebih penting – yaitu kehidupan itu sendiri.

Kali ini saya akan menuliskan tentang privasi. Saya sebenarnya sudah lama ingin melepas WhatsApp dari ponsel cerdas, ada beberapa hal yang tidak saya sukai, pertama yang paling bermakna adalah penerobosan WhatsApp ke dalam ranah privasi pengguna, setidaknya ada kekhawatiran tentang itu1.

Kedua, kehidupan bukanlah semata-mata kedai kopi. Di mana Anda senang menyeruput secangkir kopi sambil mendengar percakapan yang antara burung-burung pagi dan cituannya. Ada banyak hal yang menarik, namun tidak esensial muncul dalam WhatsApp, ya saya mungkin akan tertarik untuk menengoknya namun tidak selalu. Sayangnya, hal yang menarik dan tidak esensialnya bisa jadi menumpuk dan menghilangkan hal-hal yang tidak menarik, namun esensial. Continue reading →

Migrasi Surel Domain Pribadi dengan Google Apps

Beberapa waktu yang lalu, saya menyadari bahwa jalur komunikas surel pribadi saya tidak optimal karena terbentur oleh kapasitas ruang penginang yang rendah, meskipun sementara tidak ada masalah dengan lebar pita bulanan. Jadi saya sendiri tidak terlalu sering menggunakan surel pribadi saya untuk berkomunikas, dan lebih banyak menggunakan akun publik.

Lalu, dengan pelbagai pertimbangan dan fitur yang memang disediakan jasa penginang yang sudah ada sejak lama, maka saya pun ingin memanfaatkan Google Apps for Business – yang fitur integrasi Gmail-nya bisa digunakan secara cuma-cuma untuk pribadi. Continue reading →

Scam Berkedok Tag Facebook

Semalam ada sebuah surat elektronik masuk pada perangkat genggam BlackBerry saya, isinya berupa notifikasi ada yang malukan tag (penandaan) akun saya pada situs jejaring sosial Facebook. Tentu saja saya merasakan sesuatu yang aneh, seharusnya semua notifikasi dari Facebook (yang juga sudah diminimalkan) akan terkirim melalui aplikasi Facebook terintegrasi dalam perangkat BlackBerry, dan bukannya via surat elektronik.

Baru melihat sekilas saja saya langsung tahu bahwa ini adalah scam (penipuan), namun karena penasaran, saya membiarkannya masuk ke dalam klien surat elektronik saya di komputer. Dan melihat seperti apa sebenarnya strukturnya.

Continue reading →

Alasan Untuk Beberapa Akun Surel

Surat elektronik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas dunia maya (internet). Surat elektronik seperti sebuah terobosan dalam berkomunikasi antar persona dengan lebih mudah dan lebih baik, serta lebih murah. Maksud saya tentunya lebih murah untuk jarak yang lumayan jauh. Daripada menelepon ke benua seberang, maka mengirim surat elektronik (surel) adalah pilihan yang lebih irit.

Surat elektronik dapat dikatakan sebuah kebutuhan dasar hampir semua aktivitas di dunia maya, karena merupakan bentuk dasar komunikasi antar persona di ruang maya. Karena kemudahan yang ditawarkan sistem ini, membuat saya menjadikan surel sebagai sarana komunikasi utama, jadi jangan heran jika saya bilang, kalau bisa jangan telepon atau mengirim pesan singkat (sms), kirimkan saja saya surat elektronik jika ingin berkomunikasi.

Namun saya tidak hanya memiliki satu alamat surel, tapi bukan berarti ada yang merupakan akun asli tapi palsu (akun bayangan). Semua akun ada kebergunaannya bagi saya sendiri – mungkin Anda yang memiliki beberapa akun surel akan memiliki alasan masing-masing.

Pertama, akun surel memberikan akses raksasa ke masing-masing penyedia berbagai layanan di internet. Sebut saja Google, kita harus memiliki akun Google untuk dapat mengakses berbagai fitur Google seperti Blogger, FeedBurner, Analytics, Maps, Latitude, Groups, Picasa dan lain sebagainya – tentunya termasuk Gmail; sedangkan memiliki akun Yahoo memberikan kita akses ke YahooMail, YahooGroups, YahooAnswers, Flickr, YouTube dan lain sebagainya; akun Microsoft Live, memberikan akses menuju LiveMail, Spaces Live, SkyDrive, dan lain sebagainya. Jadi jika Anda membangun jaringan yang cukup luas di dunia maya, maka satu akun tidak akan cukup memberikan akses penuh ke semua jaringan tersebut.

Selain itu, ada fungsi jenis komunikasi yang bisa diberikan masing-masing akun, tergantung bagaimana kita mengelolanya. Ada surel yang saya gunakan untuk komunikasi publik, surel saya gunakan untuk mengelola setiap interaksi dengan publik secara umum – misalnya untuk blogging, social networking, mailling list, forum, berlangganan newsletters dan lain sebagainya. Jadi ada satu akun surel yang membawahi semua aktivitas itu di dunia maya.

Akun surel lain akan berfungsi untuk mengelola aktivitas kerja (bisa dibilang alamat surat elektronik untuk keperluan bisnis), tentu saja disesuaikan dengan aktivitas dan profesi saya. Jika pelajar, ya akun ini untuk kegiatan aktivitas seputar itu, misalnya bertukar catatan kuliah dengan teman, yah…, dan lain sebagainya.

Satu akun lagi adalah akun privat atau personal, akun ini sangat sedikit yang tahu – tidak disebarkan pada publik – dan hanya untuk keperluan komunikasi dengan orang-orang terdekat dan bersifat personal (yang jelas bukan buat konsumsi publik, apalagi sampai masuk infotainment). Bedanya dengan akun publik juga terletak di pengelolaannya, jika akun publik berbasis kesempatan, maka akun privat berbasis keterdesakan (hmm…, susahnya mengalihbahasakan antara opportunity dan urgency). Surat elektronik publik hanya diakses, dibuka, dibaca dan ditanggapi jika ada kesempatan dan jika diperlukan – diakses via PC dengan koneksi POP3 ke server, sedangkan surel privat bisa langsung diterima begitu dikirimkan dan jika perlu jawaban akan dijawab dengan segera – diakses via PC dan ponsel dengan koneksi IMAP ke server (push email).

Karena saya lebih suka berkomunikasi via surat (tertulis), saya juga tidak begitu aktif di jejaring sosial. Saya tidak suka membuka jejaring sosial seperti facebook misalnya, yang menghabiskan banyak waktu dan sumber daya – karena saya termasuk orang yang susah menolak jika diajak urun pendapat, jadi saya menghindari hal-hal yang bisa menyeret saya menghabiskan banyak waktu pada aktivitas seperti itu.

So.., if someone needs to get a touch with me, just send me a mail 🙂

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Memperkaya Langgan Blog Via Email di Feedburner

Siapa yang tidak kenal feedburner? Rerata narablog yang sudah cukup lama malang melintang di blogsphere pasti mengenal layanan pembakar RSS Feed (pengumpan sindikasi) ini.

Banyak fasilitas baru yang kini disediakan feedburner termasuk update status via twitter jika ada sindikasi terbaru dari publikasi blog, ini bermanfaat bagi pengguna blog di blogspot/blogger.com untuk memberitahu adanya posting artikel terbaru di blog mereka – karena tidak seperti wordpress yang memiliki sistem ini terintegrasi atau pun dengan memanfaatkan pengaya tertentu.

Blog anda belum tereintegrasi dengan layanan feedburner? Silakan mengikuti petunjuk bagaimana mengintegrasikannya, Anda dapat membacanya di “Cara Daftar Blog ke Feedburner” atau “Cara Burning Feed Blog di Feedburner”.

Continue reading →